Categories: Bali

Kali Kedua Jadi Korban Gunung Agung, Sriasih: Saya Trauma Berat

RadarBali.com – Pengungsi Gunung Agung berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman. Di antara yang mengungsi, ada yang pernah jadi korban Gunung Agung saat meletus tahun 1963 silam.

Cerita itu datang dari Wayan Mastra, 57, dan Nyoman Sriasih, 70. Keduanya turut mengalami Gunung Agung meletus di tahun 1963 silam. “Sekarang saya mengungsi lagi,” kata Mastra.

Saat Gunung Agung meletus tahun 1963, Mastra mengaku masih kecil. Ia samar-samar mengingat kejadian itu. Bapak dan ibu serta adik-adiknya tetap tinggal di Candikuning.

Hanya dia yang kembali pulang 20 tahun kemudian. “Setelah menikah, saya pulang. Menempati rumah di Karangasem. Bapak, ibu dan adik-adik tetap di sini (Candikuning),” terangnya.

Kini, ia kembali bertemu dengan sang ibu, Wayan Abian, 80-an, dan adik-adiknya dalam pengungsian kedua ini.

Jadi pengungsi untuk kedua kalinya, Sriasih turut meratapi nasib. Saat Gunung Agung meletus 1963, dia dibawa orangtuanya mengungsi ke Candikuning.

Waktu itu, dia turut berjalan kaki dari Sebudi menuju jalan utama yang dilewati kendaraan umum. “Waktu itu ndak ada mobil. Maka jalan dulu,” tuturnya.

Ketika sudah bisa menumpang kendaraan, Sriasih dan keluarganya sampai di Candikuning. Lima tahun dalam pengungsian, dia akhirnya kembali ke kampungnya.

Namun, gempa yang datang berkali-kali, hingga kasurnya goyang-goyang membuat lelaki yang bekerja sebagai petani ini ketakutan.

Katanya, dalam semalam saja bisa merasakan gempa sampai empat kali. “Sekarang saya mengungsi lagi. Saya trauma. Rasanya hidup-mati,” tutur pria yang rambutnya sudah memutih ini.

Menurut Nengah Mudita, adik dari Mastra, dia sempat menghubungi sang kakak untuk segera mengungsi.

Tapi, tidak mau dengan alasan masih aman. Namun, tiba-tiba Kamis dini hari, tiga truk sanak familinya datang tanpa menginformasikan lebih dulu.

“Kaget saya. Datang dini hari pakai tiga truk. Bingung cari tempat untuk menampung tidur. Jadinya ya begini,” jelas Mudita menunjuk rumahnya yang ditinggalo Wayan Neca, 37, sang keponakan, anak dari Mastra. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: gunung agung

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago