Categories: Bali

Duh, Serbu Kamp, Puluhan Pengungsi Gunung Agung Rebutan Logistik

RadarBali.com – Puluhan pengungsi yang tinggal di Posko Pengungsian Desa Les, berulah. Siang kemarin mereka menyerbu tenda logistik di posko pengungsian.

Sejumlah logistik di dalam tenda, seperti kopi dan air mineral, dibawa kabur pengungsi. Petugas pun sempat kelabakan, karena para pengungsi bergerak dalam waktu yang cepat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 siang kemarin. Awalnya seorang wanita paro baya datang ke tenda logistik dan meminta air mineral.

Alasannya akan pindah ke lokasi pengungsian yang baru. Petugas pun mempersilahkan pengungsi itu mengambil sendiri air mineral di tenda.

Tak butuh waktu lama, pengungsi itu memberi tahu rekan-rekannya yang lain. Dampaknya pengungsi yang lain langsung berbondong-bondong mendatangi tenda logistik.

Kebetulan saat itu petugas jaga BPBD Buleleng sedang istirahat makan. Sekitar 25 orang pengungsi pun menggerudug tenda logistik.

Mereka langsung masuk ke dalam tenda dan memboyong apapun yang bisa mereka bawa dari dalam tenda. Petugas BPBD pun terkejut dan langsung mengusir para pengungsi keluar dari tenda.

Konon ini bukan kejadian pertama. Para pengungsi sering menyerbu tenda logistik, terutama ketika para donatur datang membawa bantuan. Ketika terjadi rebutan, petugas pun kewalahan menghalau para pengungsi.

Beberapa waktu lalu, ketika petugas membagikan pakaian, para pengungsi juga sempat menyerbu tenda logistik.

Awalnya petugas sudah mendistribusikan pakaian sesuai dengan kebutuhan tenda masing-masing.

Namun karena kurang puas, para pengungsi menyerbu ke tenda logistik dan mencari sendiri pakaian bekas itu.

Dampaknya sejumlah logistik berantakan. Pakaian bekas yang belum terdistribusi, dibongkar. Pakaian yang dianggap layak, langsung dibawa.

Sementara yang dianggap tidak sesuai, dibuang keluar tenda. Banyak lansia maupun anak-anak yang akhirnya tak kebagian pakaian.

Padahal pakaian itu, bukan hanya untuk pengungsi di Posko Les, melainkan pengungsi di titik pengungsian lainnya juga.

Selain itu sejumlah logistik lain, seperti karpet, mie instan, sarden, sabun, serta pasta gigi, juga kerap hilang.

Bahkan ember plastik dan tabung elpiji untuk kebutuhan memasak di dapur lapangan juga sering hilang. Biasanya barang-barang itu hilang dari tenda, ketika petugas terlelap pada malam hari.

Kabid Kedaruratan BPBD Buleleng, Ketut Sensus, tak menampik banyak pengungsi yang tak bisa diatur.

Selama ini pihaknya berusaha memfasilitasi pembagian barang, agar merata kepada para pengungsi. Sayangnya, acap kali ada pengungsi yang berebut mengambil logistik. Bahkan cenderung ke arah penjarahan.

“Kalau omong kasarnya, ada penjarahan. Ini sulitnya kami di lapangan. kami kan inginnya biar mereka antre, tertib, ambil barang. Tapi kenyataannya banyak yang sabotase alias penjarahan,” kata Sensus.

Sensus menegaskan seluruh logistik itu memang menjadi hak para pengungsi. Hanya saja logistik akan dibagikan secara merata sesuai dengan kebutuhan.

Logistik itu pun bukan hanya bagi pengungsi yang tinggal di posko. Melainkan pengungsi lain yang tinggal di sekitar Desa Les.

“Ini pentingnya beri pemahaman pada pengungsi yang tidak tahu etika. Ini untuk mereka sendiri kok. Kadang kalau kami tegur, mereka balik marah.

Kami paham ini untuk mereka juga. Tapi kami juga berhak memfasilitasi agar pembagiannya merata sesuai kebutuhan. Bukan sesuai keinginan mereka,” kata Sensus. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: gunung agung

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago