hewan-purba-mati-terdampar-di-pantai-perancak-begini-penampakannya
RadarBali.com – Warga pesisir Desa Perancak kembali menemukan penyu mati yang terdampar di pantai dengan kondisi mengenaskan.
Belum diketahui secara pasti penyebab hewan purba tersebut mati. Namun yang pasti, penyu ditemukan dalam kondisi berdarah.
Menurut salah satu pelestari penyu Desa Perancak, Wayan Anom Astika, penyu tersebut ditemukan warga terdampar dalam kondisi sudah mati di ujung muara Desa Perancak, Jumat pagi sekitar pukul 06.00 wita.
“Saya dapat laporan dari warga langsung ke lokasi,”kata pria yang aktif di kelompok pelestari penyu Lurma Asih ini.
Penerima penghargaan kalpataru dari Presiden Joko Widodo ini menjelaskan, jenis penyu yang mati dari jenis penyu lekang atau dalam bahasa latinnya lepidochelys olivacea.
Dengan usia sekitar 25 – 30 tahun. Jenis kelamin jantan, dan ukuran krapas 67cm x 65 cm.” Secara kasat mata terlihat ada darah pada penyu dan kerapas sedikit terkelupas,” ungkapnya.
Mengenai penyebab matinya penyu, Anom belum bisa memastikan. Namun, beberapa kasus faktor matinya penyu adalah karena terkena jaring nelayan dan bisa juga karena kondisi perairan yang tercemar.
Penyu yang sudah dalam kondisi mati tersebut kemudian dikubur di pinggir pantai agar tidak menimbulkan bau busuk.” Penyu langsung kami kubur,” ujarnya
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…