Categories: Bali

Dekat dengan Kawah, Sejumlah Pengungsi Bertahan di Pengungsian

RadarBali.com – Sejumlah warga asal Desa Ban, Kecamatan Kubu yang kini menjadi pengungsi akibat naiknya aktifitas Gunung Agung, memilih bertahan di pengungsian.

Mereka mengaku was-was dengan kondisi Gunung Agung, karena berjarak tak seberapa dari kaldera. Di Pos Pengungsian Desa Tejakula misalnya.

Puluhan warga asal Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, memilih merayakan Galungan di lokasi pengungsian dengan sederhana.

Mereka hanya melakukan persembahyangan dan tidak melakukan tradisi lain, seperti nampah dan menjor.

Untuk sementara waktu, para pengungsi merasa lebih aman dan nyaman berada di pengungsian.

Apalagi rumah mereka tak seberapa jauh dari kaldera Gunung Agung. Tak sampai tiga kilometer dari puncak.

“Sebenarnya pingin sekali pulang. Tapi rumah saya dekat sekali dengan puncak gunung. Cukup sembahyang di sini saja sambil menunggu aman,” kata Ketut Bentet, salah seorang pengungsi.

Lantaran merayakan galungan di pengungsian, banten yang dibuat pun seadanya. Pengungsi hanya membuat banten soda yang dipersembahkan kepada leluhur, dan canang untuk persembahyangan.

Semuanya dilakukan dari lokasi pengungsian. Bentet sendiri masih khawatir dengan kondisi di rumahnya.

Karena kondisi gempa di rumahnya pada awal-awal peningkatan aktifitas vulkanik Gunung Agung, sangat terasa.

“Gempanya keras sekali. Makanya saya mengungsi. Kalau di rumah saya tidak bisa tidur. Rasanya hampir tiap menit ada gempa. Lebih baik di pengungsian, meskipun begini,” imbuhnya.

Ada pula sejumlah pengungsi yang nekat pulang ke rumahnya. Meski rumahnya berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II, yang berjarak sekitar enam kilometer dari kaldera.

Nyoman Tileh adalah salah satunya. Warga Banjar Dinas Pengalusan, Desa Ban itu mengaku pulang ke rumah, untuk merayakan Galungan.

Ia merasa lebih afdol apabila merayakan Galungan di rumah. Meski dengan sejumlah keterbatasan.

“Pulang dulu ke rumah sembahyangan. Sekalian cari hasil kebun. Siapa tahu ada yang bisa dijual di pengungsian. Nanti sore kembali lagi ke pengungsian,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PVMBG menurunkan status Gunung Agung dari level awas menjadi level siaga, terhitung sejak pukul 16.00, Minggu (29/10) lalu.

Dampaknya, para pengungsi dari desa-desa KRB I harus kembali ke rumahnya masing-masing. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: gunung agung

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago