Categories: Bali

Pengungsi Diimbau Pulang, Logistik Pengungsi KRB I Dihentikan

RadarBali.com – Pemkab Buleleng memutuskan menghentikan suplai logistik kepada para pengungsi, khususnya yang berasal dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) I.

Pemutusan suplai logistik itu diharapkan bisa mendorong para pengungsi kembali ke daerah asalnya. Apalagi status Gunung Agung kini telah diturunkan dari awas menjadi siaga.

Sejak status diturunkan pada Minggu (29/10) pekan lalu, gelombang pengungsi yang memilih pulang kampung, memang cukup banyak.

Seluruh pengungsi yang tinggal di fasilitas umum, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Saat Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung melakukan penyisiran, ternyata masih banyak pengungsi asal KRB I yang tinggal di Buleleng.

Mereka yang masih bertahan tinggal di rumah kerabatnya. Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung, Made Arya Sukerta mengatakan, sejak status Gunung Agung diturunkan seharusnya para pengungsi sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Mereka tidak lagi masuk dalam zona erupsi maupun zona sektoral. Sehingga tempat tinggal mereka dinyatakan aman.

Faktanya, masih banyak pengungsi yang enggan pulang. Satgas pun tak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut.

Satgas menyatakan sudah mengeluarkan imbauan agar para pengungsi asal KRB I kembali ke rumahnya masing-masing.

“Itu kan sifatnya imbauan. Kami tidak bisa memaksa. Selama ini sejak status turun itu kan yang pulang kebanyakan menggunakan kendaraan sendiri. Ada yang tidak punya kendaraan, lapor ke kami, kami fasilitasi,” kata Arya.

Bagaimana dengan nasib para pengungsi asal KRB I? Arya menegaskan, satgas tak lagi bertanggungjawab terhadap para pengungsi yang ada di KRB I.

Khususnya terkait dengan kebutuhan logistik. Pasalnya mereka yang berasal dari KRB I, sudah tidak lagi menyandang status pengungsi. Mengingat tempat tinggal mereka sudah aman.

“Logistiknya otomatis kami stop. Kalau mau tetap tinggal di rumah saudaranya, silahkan saja. Tapi, kami tidak bertanggungjawab lagi dengan logistik mereka. Logistiknya kami hentikan,” imbuhnya.

Opsi pemutusan logistik itu, diyakini akan menyeleksi para pengungsi secara alami. Pemerintah pun tak akan direpotkan dengan terbatasnya suplai logistik yang ada di depo logistik.

Apalagi hingga kini kebutuhan di depo terkait makanan, seperti mie instan, sarden, serta lauk pauk lainnya, amat sangat terbatas. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: gunung agung

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago