Categories: Bali

Drone ATS Sukses Tuntaskan Misi Terbangi Kawah, Hasilnya Mengejutkan…

RadarBali.com – Setelah beberapa kali gagal terbang karena gangguan mesin, akhirnya drone milik tim Aero Terrasscan (ATS) sukses memotret kawah Gunung Agung kemarin, beberapa jam sebelum terjadi erupsi.

Pada penerbangan kemarin dilakukan pukul 08.00 Wita dengan membawa sensor asap dan juga kamera pengintai.

Penerbangan dilakukan dari Lapangan Umum Selat, Karangasem. Membawa sensor gas memang merupakan misi baru ATS bersama dengan PVMBG.

Misi ini berhasil setelah modem pesawat yang awalnya diletakkan luar. di pindah ke bagian dalam.

“Awalnya saat terbang pertama modem memang di dalam, namun karena mengganggu sensor makanya di letakkan di luar. Kendalanya, mesin cepat panas,” ujar pilot drone, Dirgantara Purnama dari ATS kemarin.

Solusi agar sensor tidak terganggu adalah dengan cara membungkusnya dengan plastik bekas snack. Sensor gas yang dibawa di antaranya adalah sensor SO2 atau sulfur.

Untuk misi selanjutnya, sensor gas akan digantikan dengan H2S. “Untuk kandungan SO2 masih dianalisis, secara umum masih di atas ambang batas normal,” bebernya.

Untuk diketahui, sensor gas tersebut bersifat multi. Ada tiga sensor  gas yang dibawa yakni H2O, CO2 dan SO2.

Caranya, drone yang naik pada ketinggian 3.400 mdpl melakukan terbang menembus fluida atau asap di puncak kawah Gunung Agung.

“Kemarin drone empat kali menembus fluida,” ujar Ugan Saing, staf PVMBG yang ikut dalam misi tersebut.

Sistemnya, multi gas mengambil udara atau asap disekitar kawah melalui pompa dengan cara menyedotnya. Gas yang masuk kemudian di analisa di masing masing sensor yang dibawa drone.

Tiga sensor tersebut bisa mengenali tiga jenis gas berbeda. Kemudian semua data di simpan di logger yang tersimpan di bagian sensor.

Saat pesawat landing, alat tersebut akan diambil dan hasilnya dalam bentuk file akan di download.

Untuk pengambilan sampel H2S harus dilakukan secara berbeda, tidak boleh dilakukan bersamaan. Makanya akan dilakukan penerbangan kembali dengan pesawat yang sama.

Apakah Gunung Agung menghasilkan gas berbahaya? Menurut Ugan, iya. Karena itu, warga di lereng gunung harus menghindar.  “Biasanya, gas berbahaya itu hanya ada di puncak saja,” bebernya

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: gunung agung

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago