Categories: Bali

Ngeri, Sebulan, 15-20 Orang Buleleng Terjangkit HIV/AIDS

RadarBali.com– Persoalan HIV/AIDS di Bali seperti tidak ada habisnya. Begitu juga di Buleleng. Hingga kemarin, angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Buleleng mencapaI 2.600 jiwa.

Buleleng menduduki nomer tiga di bawah Badung dan Denpasar. “Kalau dibandingkan dari tahun ke tahun, angkanya sudah menurun ya,” tutur pemerhati ODHA Buleleng, Sisca Sena.

Ketua Waria dan Gay Singaraja (Wargas) ini mengatakan, setiap bulan di Buleleng ada 15 hingga 20 orang dengan kisaran umur 19 hingga 45 tahun yang terjangkit HIV/AIDS.

“Ibu rumah tangga juga cukup banyak. Data menyebutkan ada sekitar 600 ibu rumah tangga yang terjangkit,” kata Mami Sisca, sapaan akrabnya.

Penyebabnya, kata dia, karena banyak warga Buleleng yang kerap bergonta-ganti pasangan. Selain itu, seks bebas dikalangan remaja di Buleleng cukup memprihatinkan.

“Masyarakat Buleleng belum bisa membuka pikiran tentang bahaya HIV, beda banget dengan penyakit lainnya seperti diabetes, hepatitis dan lainnya,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya bersama anggota Wargas kerap melakukan aksi bagi-bagi kondom gratis ke masyarakat umum.

Dalam sebulan, kondom yang dia dapatkan dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Buleleng habis tiga box isi 34 biji.

Larisnya kondom gratis tersebut, karena kerap diminta dan dibagikan ke tempat-tempat penginapan. Bahkan ada juga yang mengambil sendiri ke rumah.

“Kita tidak bisa dipungkiri seks bebas tinggi, saya rasa tidak hanya di Buleleng, tapi di seluruh wilayah begitu,” tuturnya.

Untuk teknis pembagiannya juga tidak dilakukan dengan sembarangan. Bila ada yang meminta, sebelumnya Sisca bersama teman-temannya akan memberikan pemahaman dahulu.

Baik tentang penyakit HIV/Aids hingga tata cara penggunaan kondom. Bersamaan dengan Hari AIDS sedunia hari ini, Mami Sisca berharap ODHA di Buleleng tidak mendapat perlakuan diskriminasi.

Pasalnya, berdasar beberapa kasus yang dia tangani, ada ODHA yang depresi bahkan nyaris bunuh diri akibat cercaan dari warga maupun keluarganya.

Kasus lainnya yang dia temukan, ada ODHA meninggal, warga takut untuk memandikannya. “Padahal, empat jam setelah meninggal, ODHA itu bisa disentuh. Miris benar,” herannya.

Mami Sisca berpesan kepada para pasangan yang hendak menikah atau yang pernah berhubungan seksual berisiko segera memeriksaan diri sedini mungkin, seperti melakukan cek darah.

“Kalau hasilnya positif (HIV/Aids), kami siap melakukan pendampingan. Rahasia terjamin,” tegasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago