Categories: Bali

Sssttt…BPK Cium Indikasi Penyelewengan di Dinkes Buleleng

SINGARAJA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mencium adanya indikasi penyelewengan dana di Dinas Kesehatan Buleleng. Indikasi penyelewengan itu telah menjadi temuan BPK.

Temuan-temuan itu rupanya telah disampaikan pada Pemkab Buleleng dan DPRD Buleleng pada Selasa, 28 November lalu.

Temuan-temuan itu disampaikan BPK melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan tujuan tertentu atas belanja sarana dan prasarana kesehatan pada tahun anggaran 2016 dan tahun anggaran 2017 (hingga bulan Juni 2017, Red).

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, ada sembilan paket pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di Dinas Kesehatan Buleleng yang tak sesuai kontrak.

Seluruhnya berlangsung pada tahun 2016 lalu. Nilainya pun mencengangkan, mencapai Rp 618,9 juta.

Pada proyek pembangunan RS Pratama di Desa Giri Emas, misalnya. BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran dari pemerintah pada pelaksana proyek senilai Rp 528,04 juta,

pada pekerjaan dinding penahan tanah, pekerjaan struktur, dan arsitektur bangunan. Kelebihan bayar itu disebabkan kesalahan penghitungan volume pekerjaan pada proyek itu.

Selain masalah di RS Pratama Giri Emas, masalah juga muncul pada pembangunan RS Pratama Tangguwisia tahap II.

Pada proyek ini BPK menemukan kelebihan pembayaran senilai Rp 48,8 juta untuk pekerjaan dinding penahan tanah, pekerjaan penataan halaman, dan pekerjaan pagar.

Lagi-lagi kelebihan bayar ini disebabkan kesalahan penghitungan volume pekerjaan. Selain temuan di Dinkes Buleleng, BPK juga mengungkap sejumlah temuan lain di RSUD Buleleng.

Jumlah temuannya pun cukup banyak. Bahkan merembet pada masalah kerugian negara. Temuan-temuan itu langsung dibahas DPRD Buleleng kemarin.

Dari pembahasan tersebut, dewan memutuskan membentuk Panitia Kerja (Panja). Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, panja akan bertugas selama seminggu.

Tugas Panja memberikan rekomendasi terkait temuan BPK tersebut. “Rekomendasi akan disampaikan ke pimpinan DPRD dan ditindaklanjuti

dengan menyapaikannya pada Bupati. Apa nanti poin rekomendasinya, kita tunggu hasil kerja panja,” kata Supriatna.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: rs buleleng

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago