Categories: Bali

Waspada, Angin Linus Hancurkan Bale Dangin, Pohon Ikut Bertumbangan

GIANYAR – Beragam bencana masih terus terjadi di Kabupaten Gianyar. Sejak dua hari terakhir, bencana alam terjadi di beberapa titik.

Kejadian terparah, satu unit bale dangin (balai tempat upacara) ambruk disapu kena angin linus (kencang). Pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik.

Kepala BPBD Gianyar AA Oka Digjaya mengatakan, angina linus yang mengenai bale dangin terjadi di rumah I Made Dawe, di Banjar Sakih, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati.

“Angin linus berputar di satu lokasi. Tetangganya tidak kena. Kebetulan menimpa bale dangin,” ujar Agung Oka Digjaya.

Bale dangin seluas 6×5 meter dengan atap ilalang itu ambruk. “Saat kejadian lagi sepi, pemiliknya lagi jualan, karena pemiliknya pedagang,” jelas Digjaya.

Pihak BPBD langsung mengerahkan petugas beserta armadanya. “Saya juga ikut mengecek lokasi. Saya sarankan kepada pemiliknya untuk mengajukan proposal bantuan ke pemerintah,” jelasnya.

Dari pendataan, pemilik bale diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta. Petugas juga membantu membersihkan puing bale dangin.

Di lokasi berbeda, terdapat dua pohon tumbang. Pertama, pohon tumbang di Banjar Tameng, Desa/Kecamatan Sukawati.

Pohon jenis Amplas berdiameter 60 cm, dengan tinggi 12 meter tumbang menimpa tempat usaha kerajinan kayu milik I Wayan Sukadana, 36.

Tidak ada korban dalam kejadian itu, pemilik usaha hanya mengalami kerugian meterial sebesar Rp 10 juta.

Pohon tumbang lainnya terjadi di areal setra Pura Dalem Banjar Siyut, Desa Tulikup Kecamatan Gianyar. Sebuah palinggih penyimpangan tertimpa pohon Ketapang.

Petugas juga telah memotong-motong kayu itu menjadi bagian kecil. Sebagai pangempon atau pengusung pura, warga mengalami kerugian Rp 10 juta.

Bencana akibat curah hujan tinggi membuat tembok panyengker di pinggir Jalan Raya Siangan, di Banjar Budi Tirta, Desa Siangan Kecamatan Gianyar ambrol.

Material longsor menutup saluran drainase dan sebagain akses jalan. Pemilik senderan mengalami kerugian Rp 50 juta.

Bencana tembok ambruk juga terjadi di rumah milik I Wayan Parsa di Jalan Suweta, Kelurahan Ubud.

Tembok rumah itu menimpa areal bengkel di sebelahnya. Kerugian ditaksir Rp 2 juta. Banyaknya bencana yang terjadi, dari hujan lebat hingga angin kencang membuat warga wajib waspada.

“Dari informasi, cuaca ekstrim ini diperkirakan sampai Maret. Jadi, semuanya harus waspada,” pinta Oka Digjaya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago