Categories: Bali

Ternyata Hoax Jadi Alasan PHDI Serukan Internet Mati saat Nyepi

GIANYAR – Hoax alias berita bohong di media sosial menjadi salah satu alasan utama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali mengusulkan mematikan internet saat perayaan hari suci Nyepi pada 17 Maret mendatang.

Disamping itu, Nyepi yang masuk masa kampanye diharapkan steril dari hajatan politik.  Ketua PHDI Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, seruan internet off saat Nyepi ini berlatar belakang pengalaman dari tahun ke tahun.

Setiap Nyepi selalu timbul hal-hal yang seharusnya tidak ada di media sosial. “Cukup banyak berita hoax beredar di medsos saat Nyepi,” ujar Sudiana.

Guru besar di kampus Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar itu mengaku hoax ini sangat sulit dibendung. Tidak cukup menjawab hoax tersebut sekali.

“Yang jadi masalah adalah berat sekali melakukan klarifikasi,” keluhnya.  Agar masalah hoax tidak terulang dan memperkeruh suasana selama perayaan, maka PHDI Bali mengimbau kepada pihak terkait untuk mematikan jaringan internet.

“Maka supaya tidak terjadi penyalahgunaan medsos saat Nyepi, kita imbau agar di matikan,” jelasnya.

Diakui, seruan mematikan internet ini belum fix. Itu karena menuai pro kontra di tengah masyarakat.

“Seruan bersama ini, nanti diusulkan ke DPRD Bali Komisi I. Akan diundang semuanya, akan dibicarakan apa saja yang bisa di off-kan dan mana yang bisa tetap on,” jelasnya.

Menurutnya, seruan internet off saat Nyepi ini merupakan buah karya dari seluruh tokoh Agama di Bali. “Jadi bukan saja PHDI. Seruan ini dibahas bersama dengan berbagai pertimbangan,” jelasnya.

Munculnya seruan internet off dikeluarkan oleh majelis agama dan keagamaan Provinsi Bali. Salah satu poin menyebut penyedia jasa seluler

diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) pada Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 hingga Minggu 18 Maret pukul 06.00.

Seruan bersama ini dikeluarkan setelah mengadakan rapat bersama antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali,

Polda Bali, Korem 163/Wirasatya, MUDP Bali, FKUB Provinsi Bali, Majelis-majelis Agama dan Keagamaan pada 15 Februari 2018 lalu di Hotel Grand Santhi Denpasar.

Seruan itu ditandatangani oleh Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr IGN Sudiana MSi, Bendesa Agung MUDP Bali Jro Gede Putu Suwena Putus Upadesa,

Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Umum MUI Bali H M Taufik Asadi SAg, Ketua Umum MPAG Provinsi Bali Bishop I Nengah Suama MTh,

Ketua Umum Walubi Provinsi Bali Pdt Eka Wiradarma, MATAKIN Provinsi Bali Adinata SE, Keuskupan Denpasar Romo Yosef Wora SVD.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago