Categories: Bali

Produksi Rumput Laut Nusa Penida Turun Drastis, Ini Diduga Penyebabnya

SEMARAPURA – Salah satu sentra rumput laut terbesar di Bali adalah Kepulauan Nusa Penida. Ratusan ribu ton rumput laut dihasilkan, bahkan hingga diekspor ke luar negeri.

Namun, sejak setahun terakhir, produksi rumput laut mengalami penurunan drastis. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Wayan Durma, Kamis (5/4) kemarin

mengungkapkan, petani rumput laut di Nusa Penida tersebar di Desa Ped, Jungutbatu, Suana, dan Batununggul.

Total produksi tahun 2015 lalu mencapai 100 ribu ton. Setelah diambil pengepul, rumput laut kemudian di ekspor ke Tiongkok, Eropa, dan Amerika.

“Namun, sejak awal tahun 2017 produksi rumput laut terus menurun. Total produksi hingga akhir tahun lalu hanya 500 ton. Dan, sentra produksi rumput laut sekarang hanya di wilayah Suana,” beber I Wayan Durman.

Pihaknya tidak tahu secara pasti apa penyebab penurunan produksi rumput laut Nusa Penida. Awalnya, penurunan produksi terjadi karena rumput laut yang dikembangkan para petani di makan ikan.

Lalu ada penyakit ais-ais yang memperparah penurunan produksi rumput laut. “Kemudian disebabkan juga oleh faktor harga,” katanya.

“Kalau dulu di tingkat ekspor Rp 11 ribu per kilogram, namun beberapa tahun terakhir ini di lapangan hanya dihargai Rp 3 ribu per kilogram,” ungkap pejabat asal Nusa Penida ini.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab penurunan produksi rumput laut terjadi, pihaknya mengaku akan melakukan kajian rumput laut di Nusa Penida dengan membuat sejumlah demplot.

Kajian ini akan berlangsung pada bulan April, Agustus, dan November yang akan tersebar di tiga titik, yaitu Nusa Lembongan, Sampalan, dan Suana.

“Kajian rumput laut ini kami akan lakukan penanamannya bulan April, Agustus dan November untuk mewakili musim dalam setahun.

Ini untuk mengetahui apa penyebab turunnya produksi rumput laut sejak awal tahun 2017 ini,” paparnya.

“Nanti hasil kajian itu yang akan menjawab,” kata Durma. Untuk menyukseskan kajian rumput laut itu, pihaknya mengaku telah mencari varietas rumput laut unggul di wilayah Lombok dan Sumbawa.

“Nanti saat akan menggelar kajian, baru kami datangkan varietas unggul itu,” tandasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago