Categories: Bali

Ribuan Keluarga Miskin Belum Tersentuh Program Pengentasan Kemiskinan

SINGARAJA – Ribuan keluarga miskin di Kabupaten Buleleng ternyata belum tersentuh program secara paripurna.

Mereka baru sebatas menerima bantuan beras sejahtera. Pemerintah tengah berupaya melobi Kementerian Sosial, agar ribuan keluarga miskin itu mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasar data di Dinas Sosial Buleleng, saat ini tercatat ada 22.244 kepala keluarga sangat miskin di Kabupaten Buleleng.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.986 kepala keluarga belum tertangani secara paripurna. Mereka pun belum masuk dalam program keluarga harapan, dan sebatas tercatat dalam daftar tunggu.

Pemerintah pun berupaya melakukan penanganan secara paripurna. Ribuan kepala keluarga itu akan ditangani melalui program terintegrasi yang disusun pemerintah daerah.

Setiap instansi akan menyusun program, sehingga ribuan keluarga itu bisa dientaskan kemiskinannya, tanpa harus menunggu program PKH lebih dulu.

“Misalnya lewat program beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, pemberdayaan ekonomi produktif, itu kan bisa lewat masing-masing dinas.

Kami berupaya mengoordinasikan program itu supaya bisa selaras,” kata Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang saat dihubungi kemarin (15/4).

Saat ini pemerintah tengah fokus menyelesaikan masalah kemiskinan bagi penyandang disabilitas berat dan lansia.

Pasalnya warga miskin dari kelompok ini, sulit menjadi produktif. Kebanyakan dari kelompok ini hanya mengandalkan bantuan tunai.

Khusus untuk kelompok ini, pemerintah menyiapkan santunan berupa Jaminan Sosial bagi orang dengan disabilitas berat yang dialokasikan bagi 368 orang.

Mereka akan menerima bantuan Rp 300ribu per bulan. Sementara lansia terlantar akan menerima bantuan Rp 200ribu per bulan.

Khusus lansia terlantas, sejauh ini pemerintah baru bisa menanggung bagi 100 orang lansia saja.

Gede Komang juga merinci jaminan untuk lansia terlantar yang kini ditanggung pusat ada 100 orang dengan nilai santunan Rp 200 Ribu per bulan dan juga 100 orang ditanggung Pemkab Buleleng.

“Sisanya belum tertangani karena kuota. Kami sudah ajukan semaksimal mungkin. Tapi perintah juga kan punya keterbatasan

kemampuan keuangan. Untuk sementara bantuannya dialokasikan bertahap sesuai skala prioritas,” tandas Gede Komang.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago