Categories: Bali

Ini yang Dikeluhkan Warga; Populasi Nyamuk dan Lalat Naik Drastis

BILA – Komisi III DPRD Bali, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan babi milik PT. Anugrah Bersama Sukses (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan kemarin.

Sidak merupakan buntut dari pengaduan warga pada DPRD Bali, terkait masalah limbah kotoran yang memicu bau dan kebisingan ternak.

Rombongan DPRD Bali, dipimpin Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Suyasa. Suyasa juga didampingi sejumlah anggota dari Komisi III DPRD Bali. Mereka baru sampai di peternakan, sekitar pukul 14.00 siang kemarin.

Rombongan dewan langsung melakukan pertemuan dengan di ruang rapat PT. ABS. Pertemuan diikuti perwakilan warga yang mengeluhkan

kondisi di perusahaan, perwakilan aparat desa dinas dan desa pakraman, kepolisian, pemerintah, serta pengelola peternakan.

Salah seorang warga terdampak, Wayan Marsa mengatakan, sejak perusahaan beroperasi beberapa bulan lalu, warga mulai merasakan sejumlah dampak yang ditimbulkan.

Masalah pertama, adalah bau. Setiap hari warga mencium bau yang diduga muncul dari bak pengolahan limbah kotoran babi.

Bau itu diyakini memicu melonjaknya populasi nyamuk dan lalat di sekitar peternakan. Bahkan warga yang tinggal di sekitar peternakan, sudah tak bisa makan dengan nyaman karena diserbu lalat.

Melonjaknya populasi serangga itu, dikhawatirkan akan memicu penyakit. Selain itu suara bising juga mengganggu warga. Saat babi memasuki jam makan, maka suara bising sudah mulai muncul.

“Termasuk malam hari. Suara gaduh malam hari itu saya catat sudah terjadi tujuh kali. Terakhir terjadi tadi malam (Senin malam, Red).

Mulai dari jam 01.00 dini hari sampai jam 04.00 pagi. Kami merasa tidak nyaman sekali,” kata Marsa yang tinggal tepat di sebelah barat peternakan.

Selain mendengar keluhan warga, rombongan dewan juga melakukan pengecekan di areal peternakan. Termasuk di bak limbah milk perusahaan.

Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Suyasa mengatakan, pihaknya akan mengupayakan jalan keluar terbaik.

Terlebih warga sudah sempat duduk bersama mencari jalan keluar terkait masalah limbah.

Dewan meminta agar perusahaan membenahi sistem pengelolaan limbah, sehingga dampak yang timbul bisa ditekan semaksimal mungkin.

Selain itu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali juga diminta melakukan pengawasan secara kontinu pada perusahaan ini, selama beberapa waktu mendatang.

“Masalah polusi limbah, bau, dan kebisingan suara itu sedang dikaji ulang. Kami minta investor bisa memperbaiki sistem pengelolaan limbah dulu.

Apalagi saran dari BLH jelas ada kekurangan dalam pengelolaan limbah. Terpenting sudah ada itikad baik kedua belah pihak selesaikan masalah itu,” kata Suyasa.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago