dipangkas-pemkab-batalkan-pembelian-excavator
SINGARAJA – Wacana Pemkab Buleleng membeli tiga unit alat berat berupa excavator untuk pemulihan lahan pertanian, dan pembuatan kompos dipastikan batal.
“Ya ditunda. Karena memang mekanisme pengadaannya butuh waktu panjang,” kata Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka.
Menurut Puspaka alokasi anggaran itu akan dialokasikan pada sektor lain yang lebih membutuhkan.
“Kebetulan APBD butuh biaya signifikan untuk penyeimbang struktur.
Maka (biaya pembelian excavator) diambil dan digeser ke program lain.
Kami distribusikan berdasar (program) prioritas.
Di perubahan terpaksa (pembelian excavator) dihapus,” jelasnya.
Meski begitu Puspaka mengaku pemerintah akan mengajukan usulan kembali pada APBD 2019 mendatang.
Pihaknya pun meminta instansi teknis, dalam hal ini Dinas Pertanian Buleleng, agar bisa melaksanakan program itu tepat waktu.
Mengingat proses tender untuk kebutuhan spesifik seperti alat berat, kerap kali memakan waktu lama.
Asal tahu saja, wacana pembelian excavator itu sempat dikiritisi oleh DPRD Buleleng dalam pembahasan APBD 2018.
Saat itu dewan mempertanyakan dengan urgensi pembelian alat berat.
Bahkan dewan khawatir pembelian alat berat justru mubazir dan tak sesuai dengan program perencanaan awal.
Namun dewan akhirnya menyetujui anggaran itu, setelah pemerintah menyatakan wacana itu telah dibahas dalam Musrenbang.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…