Categories: Bali

Putar Kembali Film G30S/PKI, Dandim Jembrana Ingatkan Bahaya PKI

NEGARA – Peristiwa G30S/PKI memang sudahj terjadi puluhan tahun silam. Namun,  bahaya laten PKI masih mengancam keutuhan NKRI.

Agar masyarakat terutama generasi muda tidak terkontaminasi hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa, mereka diingatkan bahaya laten PKI oleh Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav, Jeffry Marsono Hanok.

Kepada generasi muda dan masyarakat, Dandim Letkol Kav. Jeffry Marsono Hanok disela-sela pemutaran film G 30 S/PKI di lapangan Kampus Politeknik Perikanan, Pengambengan,

Negara, menyatakan, pemutaran film G30 S/PKI dalam rangka HUT TNI dan HUT Himpunan perkumpulan putra putri Angkatan Darat (HIPAKAD) bersama masyarakat Pengambengan itu sangat penting dilakukan.

Tujuanya untuk memberikan pengetahuan sejarah tentang G30S/PKI. Di mana tahun 1965 pernah terjadi tragedi G 30 S/PKI dengan tujuan utamanya mengubah ideologi Pancasila dengan paham/ideologi Komunis.

“Jangan sampai tragedi ini terulang lagi, PKI adalah paham komunis yang tidak percaya atau tidak mengenal agama,” ujarnya.

Selain itu pemutaran Film G 30/S PKI juga untuk menunjukkan betapa besarnya pengorbanan pahlawan dalam menjaga keselamatan dan keutuhan Negara Indonesia. 

Sampai kapanpun mental perjuangan harus ditanamkan pada generasi muda Indonesia. “Nonton bareng ini, untuk menanamkan pendidikan sejarah bangsa di kalangan masyarakat

terutama kalangan anak muda umumnya dan Hipakad khususnya. Sejauh ini, wawasan sejarah bangsa di kalangan anak muda mulai luntur dan sudah banyak yang tidak memahaminya lagi,” terangnya.

Dengan menonton film tentang kekejaman PKI maka masyarakat mengetahui sejarah sebenarnya tentang pergerakan PKI yang merongrong keutuhan NKRI saat itu.

“Saat ini terdapat oknum-oknum yang mencoba memutar balikkan sejarah. Kita harapkan dengan menonton film ini menjadi pembelajaran serta dapat diikuti masyarakat anak muda

sehingga tidak mudah terkontaminasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.

Dandim menegaskan sejarah tidak boleh dilupakan. Siapa yang ingin besar harus ingat sejarah. “Jangan lupakan sejarah. Untuk anak-anak muda sekarang ini sejarah sangat penting.

Sebab, disaat derasnya perkembangan teknologi dan informasi harus diimbangi dengan pengetahuan tentang sejarah NKRI yang kuat,” ungkapnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago