Categories: Bali

Final! TPAD dan Dewan Sepakat Naikkan PAD Buleleng Jadi Rp 450 M

SINGARAJA – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng, sepakat menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng menjadi Rp 450 miliar pada tahun 2019 mendatang.

Angka itu akan dituangkan dalam Rancangan APBD 2019 yang segera ketok palu dalam beberapa pekan mendatang.

Kesepakatan itu diambil setelah Banggar DPRD Buleleng melakukan rapat pembahasan dengan TAPD Buleleng di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Kamis (1/11). Tim Anggaran sendiri memboyong seluruh instansi yang memiliki fungsi pemungutan retribusi maupun pajak daerah.

Awalnya dalam Rancangan APBD Buleleng 2019, pemerintah memasang angka target PAD sebesar Rp 382 miliar. Dewan pun meminta agar angka itu direvisi. Pasalnya dengan target Rp 382 miliar, Buleleng tidak masuk dalam kategori daerah mandiri. Idealnya PAD dipasang minimal 20 persen dari total belanja daerah.

Dewan pun mendesak agar angka itu dinaikkan menjadi Rp 440 miliar agar memenuhi kategori daerah mandiri. Setelah melalui proses pembahasan panjang, akhirnya PAD disepakati menjadi Rp 450 miliar. Naik Rp 68 miliar atau sekitar 17,8 persen dari rancangan awal.

Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara mengatakan, kenaikan PAD itu untuk menjawab berbagai kebutuhan.

Termasuk menjawab soal kemandirian daerah. Dari hitung-hitungan dewan, kenaikan angka PAD menjadi Rp 450 miliar sangat realistis. Sebab ada banyak potensi yang selama ini tak dioptimalkan pemerintah daerah.

“Ada banyak piutang daerah yang sebenarnya masih bisa dioptimalkan penagihannya. Ada juga anggaran kapitasi yang bisa dioptimalkan. Termasuk potensi dari Badan Layanan Umum (BLU) RSUD,” kata Susila Umbara.

Selain itu dewan juga sepakat memberikan suntikan anggaran lebih besar ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng sebagai bentuk ekstensifikasi dan optimalisasi pemungutan pendapatan asli daerah.

“Toh juga kenaikan anggaran ini akan dialokasikan ke belanja modal dan pembangunan. Biar menggeliat Buleleng ini,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua TAPD Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengatakan, pihaknya sepakat dengan analisa dan pendekatan yang diberikan oleh dewan.

Terlebih hitung-hitungan yang diberikan dewan berlandaskan pendekatan teknokratis. Puspaka mengaku pada rancangan sebelumnya, pemerintah memasang “angka aman”.

“Besok kami akan lakukan pergeseran rancangan APBD 2019 dan kami sesuaikan PAD dengan usulan dewan.

Intinya kami juga sepakat bahwa kelebihan anggaran itu digunakan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami harap kinerja SKPD yang menghasilkan pendapatan juga bisa dipicu dan dirangsang,” tegas Puspaka

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago