Categories: Bali

Terungkap! Jasad Wanita di Kebun Kopi Diduga Tewas Karena Darah Tinggi

TABANAN-Pascageger temuan jasad perempuan paruh baya di kebun kopi di Banjar Dinas Karya Sari, Desa Karya Sari, Pupuan, Tabanan, Sabtu (21/12) sekitar pukul 08.15, polisi yang menerima informasi dari warga langsung melakukan olah TKP.

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Pupuan AKP Ida Bagus Mahendra. Dikonfirmasi terkait temuan mayat yang belakangan diketahui bernama Ni Nengah Arniati, Mahendra langsung membenarkan.

 

Menurutnya, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, diduga korban tewas di kebun kopi karena sakit.

 

Dugaan korban tewas karena sakit itu, dikuatkan dengan keterangan saksi yang juga suami korban, I Ketut Derika, 54.

 

Menurut Mahendra, sebelum ditemukan tewas oleh warga, korban diakui sempat berpamitan ke suaminya.

“Korban berangkat ke kebun sekitar pukul 07.30. Saat itu, korban sempat berpamitan ke suaminya. Dan dari keterangan suami, korban sempat minum paramex,”terang Mahendra.

 

Sekitar sejam berpamitan ke kebun kopi, saksi Derika mendengar jika istrinya ditemukan meninggal.

 

Mendengar kabar istrinya meninggal, saksi Derika dengan kondisi panic dan shock langsung menuju ke kebun kopi yang tak jauh dari rumahnya.

 

Selanjutnya, dibantu warga sekitar dan petugas, jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pupuan II untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Menurut Mahendra, pihaknya membenarkan bahwa saat ditemukan ada sejumlah luka seperti hidung dan mulut keluar busa, luka dahi kiri dan payudara memar, luka lecet di bagian punggung dan pinggan, serta kotoran dari anus korban.

 

 

Hanya saja, dari sejumlah luka itu, Mahendra mengatakan bahwa luka itu bukan akibat luka kekerasan, melainkan luka bekas benturan akibat korban terjatuh.

 

“Guna memastikan penyebab kematian korban. Kami dari pihak kepolisian dan medis menyarankan pihak keluarga agar melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Namun keluarga korban menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” terang Mahendra

 

Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa dari keterangan suami korban, korban sejak dua tahun terakhir diketahui menderita penyakit hipertensi (darah tinggi).

“Ada riwayat hipertensi, malah dari keterangan suami korban, korban setiap hari juga mengkonsumsi obat paramex.

 

Untuk itu, dari keterangan suami korban, pihak kepolisian menduga kuat jika korban meninggal karena penyakit yang dideritanya.

“Kemungkinannya karena saat kambuh korban tidak segera tertolong, sehingga korban meninggal dunia,” pungkasnya.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago