Categories: Bali

Proyek Patung Bung Karno Molor, Rekanan Didenda Rp 5,4 Juta per Hari

SINGARAJA – Pengerjaan patung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, molor dari kontrak. Pelaksana proyek terpaksa dikenakan penalti, lantaran patung Bung Karno serta sejumlah relief yang terbuat dari perunggu, tak kunjung dipasang.

Patung tersebut masuk dalam pembangunan tahap III di RTH Bung Karno. Semestinya seluruh tahap proyek sudah tuntas Jumat (21/12) lalu.

Namun hingga kini proyek belum juga tuntas. Terakhir pada Senin (18/12) pekan lalu, realisasi proyek baru mencapai angka 64,6 persen.

Alhasil PT. Chandra Dwipa sebagai pelaksana proyek, dikenakan denda sebesar 0,1 persen dari nilai kontrak per hari.

Nilai kontrak dalam proyek tersebut, tercatat sebesar Rp 5,49 miliar. Artinya kontraktor pelaksana dikenakan denda Rp 5,4 juta per hari.

“Seharusnya selesai tanggal 21 kemarin. Tapi karena terlambat, akhirnya dikenakan penalti. Sekaligus kami perpanjang selama 50 hari.

Kami harap dalam masa perpanjangan ini, pekerjaannya bisa tuntas,” kata Plt. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng, Ni Nyoman Surattini.

Sesuai kontrak kerja, kontraktor pelaksana harus mengerjakan sejumlah pekerjaan. Diantaranya pembuatan relief berbahan dasar perunggu, patung perunggu, patung singa ambara raja, serta sejumlah pekerjaan mekanikal di areal RTH.

Dari sekian banyak pekerjaan, hanya patung dan relief saja yang belum tuntas. Patung dan relief kini dibuat oleh salah satu pematung yang tinggal di Yogyakarta.

Sejumlah bagian sudahs elesai dibuat, seperti bagian tangan, kaki, dan kepala. Hanya bagian badan saja yang masih dikerjakan dan diperkirakan tuntas dalam pekan ini juga.

Menurut Surattini, pihaknya sudah meminta agar pelaksana proyek mengirimkan relief terlebih dulu baru mengirimkan patung, sehingga realisasi proyek lebih cepat.

“Dari kontraktor memilih dikirim sekalian, karena terkait biaya pengiriman. Tapi katanya minggu-minggu ini sudah selesai. Kami sih berharap ini bisa segera tuntas,” tegasnya.

Asal tahu saja, sejak 2016 lalu Pemkab Buleleng membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno. RTH itu merupakan proyek prestisius nan monumental, yang diharapkan menjadikan Buleleng sebagai kawasan heritage Bung Karno.

Khusus Patung Bung Karno, dibuat dengan tinggi delapan meter. Sehingga akan menjadi salah satu landmark kota. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago