keruk-tanah-kenai-atap-sarkofagus-hingga-pecah-balai-purbakala-kecewa
GIANYAR – Sebuah sarkofagus, peti jenazah kuno yang terbuat dari batu yang terdiri dari atap dan alas ditemukan di Subak Amping, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh.
Sarkofagus ditemukan sejak lima hari lalu, namun baru dilaporkan kepada apparat berwenang, Minggu (30/12) siang.
Kepala Balai Purbakala dan Arkeologi Provinsi Bali, Muliarsa, mengaku baru memperoleh informasi mengenai keberadaan sarkofagus itu.
“Petugas kami sudah kesana. Rencananya besok kami akan teliti, kami akan ukur,” ujar Muliarsa. Sarkofagus itu awalnya ditemukan oleh operator berat saat mengeruk tanah menggunakan eskavator.
Ketika mengeruk tanah, alat pengeruk diduga mengenai atap sarkofagus sehingga pecah. Selanjutnya, sarkofagus itu diamankan.
Pihak Balai Purbakala dan Arkeologi pun menyayangkan, sarkofagus sudah tidak utuh. “Dari laporan petugas, isi di dalamnya itu fosil, tapi tulang belulangnya seperti diacak, sayang sekali,” sesalnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…