Categories: Bali

Diterjang Gelombang, Pantai Penimbangan Sepi, Warung-warung Tutup

SINGARAJA – Gelombang pasang yang sempat menerjang pesisir utara Kabupaten Buleleng pada Selasa (22/1) hingga Rabu (23/1) dini hari, mengakibatkan kerusakan cukup parah.

Terutama di kawasan Pantai Penimbangan. Usai diterjang gelombang pasang, aktifitas di Pantai Penimbangan terlihat lengang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali sore kemarin (24/1), sebagian besar warung tenda yang berjajar di tepi pantai masih tutup.

Baik itu pedagang yang ada di sisi wilayah Desa Baktiseraga maupun di Desa Pemaron. Khusus di sisi Desa Pemaron, sebagian besar warung masih tutup.

Pedagang di wilayah ini yang mengalami kerusakan paling parah. Sebagian besar warung mengalami rusak berat.

Sejumlah pedagang bahkan kehilangan barang dagangan mereka, karena terseret gelombang pasang.

Ketua Paguyuban Pedagang Pantai Pemaron Ketut Sudarma mengatakan, para pedagang sebagian besar masih belum beraktifitas. Mereka masih trauma atas peristiwa yang terjadi.

“Kami ini harus mulai dari awal lagi. Tenda sudah hancur, gerobak juga. Malah ada anggota kami yang hilang semua dagangannya.

Kami harap ada semacam bantuan kemudahan lah pada kami, sehingga bisa berusaha lagi. Sebab ini habis semua,” kata Sudarma.

Kondisi serupa juga terlihat di sisi timur Pura Segara Penimbangan. Deretan warung dan resto masih banyak yang tutup. Proses pembersihan juga belum tuntas betul. Masih ada beberapa lokasi yang belum dibenahi.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana mengatakan, kini sebagian besar warung memang memilih tutup.

“Kami masih bersih-bersih dulu. Kalau buka, ya paling sebentar saja. Sambil melihat kondisi alam juga,” katanya.

Selain itu aktifitas wisata bahari juga ditutup untuk sementara waktu. “Tadi pagi ada yang mau berenang. Kami larang, karena kondisinya masih belum normal.

Mungkin ini normal lagi setelah Imlek, malah bisa-bisa setelah sasih kaulu. Kami sih berharap bisa segera normal,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengaku belum menerima laporan kerusakan di Pantai Penimbangan.

Hingga kini pihak desa maupun kecamatan belum menyerahkan laporan kerusakan di wilayah tersebut.

Suadnyana berharap desa pakraman bisa membantu para pedagang setempat. “Sebab selama ini kan pengelolaan di sana lewat desa pakraman, retribusi juga ke desa pakraman.

Mudah-mudahan desa pakraman bisa membantu. Tapi prinsipnya, ketika dilaporkan oleh desa atau kecamatan, pasti kami ajukan (bantuan) ke provinsi,” kata Suadnyana. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago