Categories: Bali

Giliran Awan Aneh Muncul di Tabanan Bali, Pertanda Apa Semeton?

TABANAN – Seminggu terakhir masyarakat Bali dibuat heboh dengan kemunculan awan berbentuk aneh, seperti pesawat UFO (unidentified flying objek).

Awan aneh pertama kali muncul di atas kawah Gunung Agung. Awan berbentuk topi itu menutupi kawah Gunung Agung.

Sehari berikutnya, muncul awan berbentuk sama diatas langit kota Amlapura, Karangasem, Bali. Awan jenis lenticular cloud membuat warga Bali bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan fenomena ini.

Nah, dua hari menghilang, awan aneh kembali muncul. Kali ini muncul diatas langit Desa Candi Kuning, Baturiti, Tabanan.

Awan itu muncul Sabtu pagi dan sempat diabadikan warga. Tak lama berselang, fenomena itu viral di media social.

“Omg untung udah pulang dari sana.. sereemm,” ujar akun @ginarili. “Iya, ini awan yang pagi tadi,” imbuh akun @7th_phoenix.

Tidak hanya di dunia maya, di dunia nyata warga Tabanan sempat memperbincangkan fenomena ini. Mereka bertanya-tanya, apa yang akan terjadi pascakemunculan awan aneh.

Mereka lantas membandingkan dengan peristiwa hujan badai yang disertai pohon tumbang yang terjadi pascakemunculan awan berbentuk topi di Karangasem beberapa hari lalu.

“Semoga bukan pertanda buruk,” kata Nengah Artana, warga Denbatas, Tabanan. Harapan senada dilontarkan warga yang lain. Mereka berharap tidak terjadi bencana alam maupun musibah lain di Bali.

Selain di Tabanan, awan berbentuk topi juga kembali muncul diatas kawah Gunung Agung, Sabtu siang. Awan itu sempat direkam netizen dan dibagikan ke media social.

Dikutip dari berbagai literatur, dinamika atmosfer di sekitar gunung berpotensi membentuk konfigurasi awan berbentuk topi.

Situasi itu akibat udara hangat yang lembap dari bawah kemudian naik dan berinteraksi dengan udara dingin di puncak gunung.

Bentuk awan bundar itu lazim disebut lentikular. Bila terjadi di puncak gunung, sering disebut “cap cloud” atau awan topi.

Soal kabar awan topi itu terkait dengan kondisi puncak gunung yang suhunya menjadi lebih dingin, kabutnya lebih tebal, dan anginnya lebih kencang saat kejadian, awan topi bukan penyebabnya.

Awan adalah fenomena yang terbentuk dari kondisi suhu dan aliran udara (angin) di puncak gunung. Fenomena itu sering terjadi di banyak gunung. Dan, itu adalah fenomena yang wajar

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago