Categories: Bali

Mulai Ajaran Baru, Gianyar Terapkan Sekolah Berbasis Hindu dan Budaya

GIANYAR – Pemkab Gianyar akan menetapkan sejumlah sekolah negeri menjadi Sekolah Hindu dan Sekolah Berbasis Budaya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra menyatakan, sekolah berbasis Hindu dan budaya itu akan memuat materi 60 persen dari total materi pelajaran umum.

“Ini hanya penetapan dari sekolah negeri yang sudah ada menjadi sekolah Hindu Negeri,” ujar I Wayan Sadra.

Sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah Hindu ada 3 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di 3 kecamatan.

Meliputi SDN 1 Bona; SDN 1 Batuan; SDN 1 Bukian. Selanjutnya, SMPN 3 Blahbatuh; SMPN 1 Sukawati; dan SMPN 1 Payangan. 

Selain berbasis Hindu, ada 4 sekolah negeri menjadi sekolah berbasis budaya. Meliputi SDN 2 Gianyar; SDN 2 Singapadu; SMP N 1 Ubud dan SMPN 2 Sukawati.

Penetapan ini dilakukan untuk menguatkan generasi muda dalam berbudaya, juga untuk menyongsong Gianyar menuju kota budaya.

Penetapan sekolah ini ditentukan karena saling berdampingan, terlebih di masing-masing sekolah ini juga sudah ada Paud Hindu.

“Jadi, memang yang ditetapkan itu sekolah yang berdampingan,” terangnya. Alasan penetapan sekolah Hindu ini mengarah pada amanat Undang-undang tentang sistem pendidikan nasional, yang mengacu ke pendidikan karakter.

Karakter yang dimaksud memiliki sopan santun hingga berbudi pekerti yang semua itu didasari oleh pendidikan keagamaan.

“Sesuai tujuan pendidikan nasional, siswa yang disebut cerdas ketika dia cakap, terampil, beretika, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada tuhan dan bertanggung jawab, kalau ini belum kan berarti belum cerdas,” jelasnya.

Kata dia, sekolah Hindu ini akan diterapkan mulai tahun ajaran baru, tentunya dengan kurikulum yang sudah disiapkan.

Dengan presentase pembelajaran 60 persen Hindu dan 40 persen pendidikan umum.  Sebanyak 60 persen materi Hindu itu meliputi praktek dan teori.

“Jadi, itu terintegrasi, kalau tidak terintegrasi, atau murni ke Hindu takutnya tidak bisa ikut Ujian Nasional, jadi ini terintergrasi. Untuk kurikulum kami hanya minta pengesahan kurikulum di bawah Bimas Hindu,” tukasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago