Categories: Bali

Mutu Air di Gianyar Masih Baik, DLH Ingatkan Tetap Harus Dimasak

GIANYAR – Sebanyak 60 titik mata air di 3 kecamatan, yakni Gianyar, Blahbatuh dan Sukawati diteliti oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar.

Hasilnya memang tidak ada masalah. Akan tetapi, DLH minta warga yang memanfaatkan mata air untuk minum harus memasaknya terlebih dulu.

Kepala UPT Laboratorium DLH Gianyar Ni Luh Putu Diah Mantiasih menyatakan, pengujian air minum dari mata air ini merupakan program rutin DLH Gianyar sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 16 Tahun 2016 tentang baku mutu air minum.

“Sebanyak 60 titik mata air di Kecamatan Gianyar, Sukawati dan Blahbatuh dilakukan pengujian. Hasilnya masih memenuhi baku mutu,” ujar Ni Luh Putu Diah Mantiasih kemarin.

Kondisi itu kata Mantiasih masih baik untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat.

“Artinya masih sangat layak untuk dikonsumsi,” tegasnya. Meski begitu, pihaknya tetap menyarankan masyarakat pengguna mata air untuk memperhatikan kesehatan.

“Kendatipun air dari mata air masih memenuhi baku mutu, namun masyarakat yang mengambil air dari mata air sebaiknya sebelum diminum harus dimasak hingga mendidih,” ujarnya.

Memasak air untuk dikonsumsi bertujuan untuk mencegah bakteri. Dikatakan Mantiasih, kegiatan pemantauan ini dilakukan merupakan salah satu program rutin DLH Gianyar serangkaian program pengendalian pencemaran lingkungan.

Diakui, uji air ini baru dilakukan pada 3 kecamatan sebanyak 60 titik di tahun 2019. “Hal ini terkendala dana dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki DLH Gianyar. Saat ini, kami baru memiliki 2 petugas lab,” jelasnya.

Pihaknya berjanji, mata air di 4 kecamatan lainnya, yang berada di dataran tinggi, yakni Payangan, Tampaksiring, Tegalalang dan Ubud direncanakan akan diuji di tahun berikutnya. “Nanti akan diajukan tahun berikutnya,” terangnya.

Mantiasih menambahkan, DLH Gianyar melakukan pengujian air minum dari mata air dalam zona lingkungan. Jangan sampai, mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat tercemar bakteri.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago