Categories: Bali

Ida Bhatara Izinkan, Pohon Keramat Berusia Dua Abad Mulai Dipangkas

JOANYAR – Pohon Asam yang dikeramatkan krama Desa Pakraman Joanyar Kaja mulai dipangkas. Pemangkasan dilakukan secara swadaya oleh krama setempat.

Meski begitu upaya pemangkasan tidak berlangsung maksimal. Sebab dahan-dahan pohon cukup besar. Selain itu batang pohon juga harus dipotong dengan gergaji mesin.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah krama nampak bekerja di areal jeroan Pura Dalem Desa Pakraman Joanyar Kaja.

Mereka memotong ranting-ranting pohon dengan parang dan peralatan seadanya. Ranting-ranting yang menimpa pelinggih dibersihkan secara perlahan.

Sementara dahan-dahan berukuran besar masih dibiarkan di sana. Ranting yang sudah dipangkas kemudian dibawa warga.

Sejumlah warga memanfaatkan kayu itu sebagai kayu bakar. Meski pohon yang tumbang termasuk pohon yang dikeramatkan,

prajuru desa pakraman tak mempermasalahkan warga yang ingin membawa pulang kayu untuk sekadar memasak.

Wakil Kelian Desa Pakraman Joanyar Nyoman Mangku mengatakan, para prajuru telah melakukan upacara matur piuning pada Kamis (14/3) sore lalu.

Saat upacara itu, prajuru juga mohon petunjuk mengenai proses pemangkasan. “Setelah matur piuning, Ida Bhatara yang ber-stana di sini sudah mengizinkan pohon ini dipotong.

Kayunya mau dimanfaatkan juga tidak apa-apa, karena Beliau sudah memberikan. Nanti setelah bersih, rencananya kami akan buat pelinggih di bekas pohon yang tumbang itu,” ujar Mangku.

Lebih lanjut Nyoman Mangku menuturkan, sekitar setahun lalu pohon sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan meranggas mati.

Saat itu para prajurusudah berencana melakukan pemangkasan, menjaga kondisi pohon agar tetap hidup.

Namun, sebelum upacara matur piuning dilakukan, pohon kembali bersemi. Sehingga langkah pemangkasan urung dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pohon asam yang tumbuh di jeroan Pura Dalem Joanyar Kaja, tumbang pada Selasa (12/3) malam lalu.

Akibatnya sejumlah pelinggih hancur karena tertimpa batang pohon. Diantaranya bale piyasan, pelinggih taru asam, pelinggih gedongan, pelinggih surya, pelinggih bhatara guru, dan pelinggih taksu. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: pohon asam

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago