Categories: Bali

Waspada, Malaria Kembali Serang Klungkung, Diduga dari Nusa Penida

SEMARAPURA – Setelah Kabupaten Klungkung dinyatakan bebas malaria belasan tahun lalu, kasus malaria kembali lagi terjadi di awal tahun 2019.

Dua orang warga yang sempat berada di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida didiagnosis positif malaria.

Untuk mencegah adanya warga yang terjangkit penyakit ini kembali, berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung.

Salah satunya dengan menebar ratusan ekor benih ikan di sejumlah tempat jentik nyamuk berkembang seperti di laguna atau lagoon yang ada di Desa Ped.

Dua orang warga yang didiagnosa positif malaria, yakni I Kadek Pait Wirawan, 22 asli Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida yang tinggal di Batubulan, Gianyar,

dan I Nengah Sulatra, 42 asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem yang bekerja di Desa Ped, Nusa Penida sebagai buruh bangunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Ni Made Adi Swapatni membenarkan perihal tersebut.

Dituturkannya, suhu tubuh Wirawan mulai panas sejak 22 Februari 2019 lalu dan akhirnya dirawat di RS Sanglah pada 26 Februari 2019.

Berdasar riwayat kehidupan sehari-harinya selama sebulan sebelum dinyatakan positif malaria, Wirawan yang merupakan mahasiswa itu hanya bepergian ke wilayah Tabanan dan Nusa Penida yang merupakan kampung halamannya.

“Sehingga diduga, mahasiswa ini terkena malaria di Nusa Penida lantaran tempat yang ia kunjungi tersebut terdapat warga dari sejumlah

daerah endemi malaria. Sementara tempat tinggalnya di Batubulan, seluruh tetangganya merupakan orang Bali,” jelasnya.

Sementara I Nengah Sulatra, selama ini berkerja sebagai buruh bangunan di sebuah villa di Desa Ped, Nusa Penida.

Namun, karena material bangunan habis, sehingga ia kembali pulang ke Desa Bunutan pada 26 Februari 2019.

Pada tanggal 10 Maret, Sulatra kembali ke Desa Ped untuk bekerja sebagai buruh bangunan di tempat yang sama.

Namun, sesampainya di Nusa Penida, suhu tubuh meningkat disertai menggigil dan sakit kepala. Lantaran tidak kunjung sembuh, akhirnya Sulatra memutuskan pulang ke Desa Bunutan pada 13 Maret 2019.

Sebelum sampai ke rumah, Sulatra memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas Abang II namun tim medis

di puskesmas tersebut tidak melakukan anamnesa secara mendalam sehingga tidak diambil darah karena diduga tertular DBD.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baru diketahui jika Sulatra terkena malaria. “Begitu juga Sulatra diduga terkena malaria

di Nusa Penida karena lingkungan kerjanya terdapat sejumlah warga yang berasal dari daerah endemi malaria,” katanya.

Selama dirawat, Sulatra dan Wirawan beserta Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida yang diduga sebagai lokasi keduanya terjangkit malaria terus mendapat pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung.

Bahkan, untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, Dinas Kesehatan Klungkung telah menabur 200 ekor benih ikan yang tersebar di lagoon Bodong, Prapat dan Kutampi, Senin (22/4) lalu.

Ini dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebar penyakit malaria ini. “Untuk mencegah penyakit ini kembali mewabah,

kami imbau agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara berkesinambungan, dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala panas,” ujarnya.

Lebih lanjut Swapatni mengungkapkan, kasus malaria pernah terjadi di Klungkung di tahun 2001 silam.

Dan akhirnya sekitar tahun 2004/2005, akhirnya Kabupaten Klungkung dinyatakan bebas malaria. “Setelah galian C ditutup, sangat berdampak pada penurunan kasus malaria,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak
Tags: nusa penida

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago