dihantam-ombak-tinggi-saat-banyu-pinaruh-dewa-parnata-tenggelam
SEMARAPURA – Sehari setelah hari raya Saraswati atau yang lebih dikenal dengan hari Banyu Pinaruh, umat Hindu di Bali biasanya melakukan penyucian diri dengan melakukan prosesi melukat ke pantai atau mata air terdekat.
Begitu juga dengan umat Hindu di Kabupaten Klungkung. Ribuan masyarakat memadati Pantai Waktu Klotok, Kecamatan Klungkung untuk melakukan prosesi tersebut.
Namun, di tengah pelaksanaan proses melukat, masyarakat dikagetkan dengan peristiwa tenggelamnya salah seorang warga Desa Satra, Dewa Made Parnata.
Syukurnya sejumlah warga melihat kejadian tersebut dan langsung melakukan upaya penyelamatan.
Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana kemarin membenarkan peristiwa tersebut.
Dituturkannya, sebelum peristiwa itu terjadi, Parnata sedang berendam di laut Waktu Klotok, tepatnya di sisi selatan Pura Watu Klotok sekitar pukul 08.00.
Tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam tubuhnya. Tidak sampai di sana, ia kemudian terseret arus hingga ke tengah laut hingga tidak sadarkan diri.
“Warga yang melihat langsung menolong korban dan membawanya ke pinggir pantai,” katanya.
Korban pun selamat dan tanpa luka di tubuhnya. Hanya saja korban cukup trauma sehingga oleh keluarganya, korban dibuatkan sesajen agar kondisinya normal kembali.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…