Categories: Bali

BBPOM Kembali Obok-Obok Pedagang Takjil Pasar Senggol

AMLAPURA—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, Senin (27/5) kembali menggelar inspeksi mendadak (Sidak).

Kali ini sidak BBPOM Denpasar dan Disperindag Karangasem menyasar pedagang Pasar Senggol yang menjajakan makanan dan minuman (mamin) berbuka puasa alias takjil.

Berbeda dari sidak sebelumnya, tim BPOM bersama dinas terkait kali ini lebih mengedepankan penyuluhan bagi pedagang untuk tidak menggunakan zat berbahaya dalam mamin

Seperti dibenarkan Kepala BBPOM Denpasar IGA Adhi Aryapatni.

Menurutnya saat sidak, tim melakukan pengecekan dengan mengambil 22 sampel mamin.

“ Ada 22 sampel yang diambil baik itu di pasar Senggol maupun di Pasar Karangsokong Amlapura. Dari 22 sampel tersebut kesemuanya negative,”jelasnya..

Selaian itu untuk kandungan borak juga dicek dan tidak ditemukan. Adhi Aryapatni mengatakan pemerintah provinsi Bali sudah komit menghilangkan semua bahan bahan berbahaya dalam makanan. Untuk itu pihaknya meminta distributor memarin bahan bahan berbahaya yang tidak punya ijin untuk menjualnya. “Saga minta agar segera ditarik dari predaran,” pintanya.

Diantaranya adalah Sumba dan juga Formalin bagi yang tidak berhak menjual dan tidak punya izin.

Saat ini BBPOM juga sudah mengeluarkan surat edaran. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan pengecekan atau sidak kelapangan.

“Kalau ditemukan maka akan diambil tindakan tegas, sampai ke proses hokum. Hal ini sesuai dengan UU Pangan dan juga peraturan Mentri Perdagangan. Bisa sampai berujung ke proses hokum bila perlu,” ujarnya.

“Kalau takjil malah relative lebih aman. Justru temuan banyak terjadi di jajanan untuk upacara yang banyak mengandung sumba atau borak. Ini tidak bolah dilakukan.

Bahkan untuk alasan jajanan pebangkit atau yang lainya yang tidak di komsumi manusia sekalipun.

Karena jika jajanan tersebut diberikan babi dan ayam maka tidak akan bisa terurai. Kandugan Rodamin B akan terus ada di sana dan jika daging ayam dan babi tersebut di komsumsi manusia maka akan zat berbahaya akan terkomsumsi juga,”jelasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago