Categories: Bali

KLIR! Demi Rakyat, Desa Adat Bersedia Lepas Tanah Duwen Pura 370,9 Ha

SINGARAJA – Desa Adat Kubutambahan melepas pemanfaatan tanah duwen pura di wewidangan Desa Adat Kubutambahan.

Pelepasan tanah itu dilakukan, untuk mempercepat rencana pembangunan bandara internasional di Bali Utara.

Kesepakatan itu diambil setelah sejumlah pihak melakukan pertemuan di Jayasabha Gubernur Bali, Minggu (8/9).

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pertemuan itu dihadiri Kelian Desa Adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea bersama para ulu desa dan prajuru.

Dalam pertemuan itu juga hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Dari video yang diterima Jawa Pos Radar Bali, Kelian Adat Warkadea menyatakan pihaknya bersama ulu desa dan prajuru sudah sepakat menyerahkan pemanfaatan tanah duwen Pura Desa Adat Kubutambahan yang luasnya mencapai 370,98 hektare.

Selanjutnya tanah itu dapat dimanfaatkan sebagai bandara internasional di Bali Utara, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hal yang berkaitan dengan asas legalitas akan kami serahkan pada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten untuk menyelesaikan lebih lanjut.

Atas nama Tuhan Yang Maha Esa kami ucapkan semoga bandara ini bisa segera terwujud,” kata Warkadea dalam video tersebut.

Sekadar diketahui, Bandara Internasional di Bali Utara akan memanfaatkan lahan seluas 400 hektare. Sebanyak 370 hektare di antaranya, akan memanfaatkan lahan milik Desa Adat Kubutambahan.

Saat ini sejumlah perusahaan disebut tertarik dengan rencana pembangunan bandara internasionla tersebut.

Namun, perusahaan yang terlihat serius adalah konsorsium yang terdiri atas PT. PP (Persero) Tbk, PT. Angkasa Pura I (Persero), dan Perusda Bali.

Dalam rancangan yang diterima Jawa Pos Radar Bali, bandara disebut akan berdiri mulai dari ruas Jalan Kubutambahan-Kintamani, tepatnya di sisi selatan Polsek Kubutambahan.

Bandara akan membentang ke timur hingga wilayah Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti. Untuk tahap awal landasan pacu akan memiliki panjang 2.800 meter.

Secara bertahap landasan pacu akan diperjang hingga 3.720 meter, sesuai dengan pertumbuhan jumlah penumpang. Bandara itu dirancang agar pesawat jenis Boeing 737 atau Airbus A330 bisa mendarat di sana. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago