Categories: Bali

SMKN Bali Mandara Masuk Zona Bandara Bali Utara, Terancam Direlokasi

KUBUTAMBAHAN – SMKN Bali Mandara terancam direlokasi. Penyebabnya, sekolah itu ternyata masuk dalam zona lokasi pembangunan bandara internasional di Bali Utara yang kini tengah dirancang Kementerian Perhubungan.

Informasinya sebagian areal sekolah akan masuk dalam lokasi landasan pacu pesawat. Selain SMKN Bali Mandara, sebenarnya ada pula fasilitas lain yang berpotensi terkena lokasi bandara.

Yakni SDN 7 Kubutambahan dan Mapolsek Kubutambahan. Namun belum ada kepastian apakah dua fasilitas terakhir benar-benar terdampak atau tidak.

Kabar bahwa SMKN Bali Mandara akan terdampak pembangunan bandara pun dibenarkan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Kalau SMA nggak kena. Kalau SMK agak kena sedikit,” kata Koster saat berkunjung ke SMAN Bali Mandara kemarin (20/9).

Solusinya, pemerintah akan melakukan relokasi terhadap SMKN Bali Mandara. Koster menyebut sekolah masih akan berada di sekitar Desa Kubutambahan.

“Mungkin nanti relokasi sedikit. Masih di sini. Masih di Buleleng sini. Tanahnya masih luas kok di sini,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala SMKN Bali Mandara I Wayan Agustiana mengaku belum mengetahui pasti kebenaran informasi bahwa sekolah yang ia pimpin akan terkena lokasi proyek bandara.

Kalau toh akhirnya terkena, ia tidak bisa berbuat banyak karena sudah jadi keputusan pemerintah.

“Ini sebenarnya kan bukan ranah sekolah lagi. Kalau toh kena, ya dipakai tidak masalah. tapi kami berharap bisa disediakan lahan penggantinya,” kata Agustiana.

Menurutnya, dengan berdirinya bandara di dekat sekolah, praktis pengembangan sekolah akan sangat terbatas. Salah satunya tak bisa membangun gedung bertingkat.

“Kalau misalnya nanti tidak kena, efeknya juga perlu dipikirkan. Yang pasti itu kan soal suara pesawat saat mau lepas landas dan landing. Kami dari sekolah akan ikut sikap pemerintah.

Kami akan tetap memberikan proses pendidikan terbaik bagi anak-anak sampai ada kepastian soal itu,” imbuhnya.

Apabila benar-benar terkena, kemungkinan besar areal yang terdampak adalah bangunan kantin sekolah, gedung perkantoran, serta asrama siswa.

Saat ini, tercatat ada 481 orang siswa yang menempuh pendidikan di SMKN Bali Mandara. Seluruh siswa itu juga tinggal di asrama sekolah.

SMKN Bali Mandara sendiri berdiri di atas lahan seluas 4 hektare, sementara SMAN Bali Mandara berdiri di atas lahan seluas 6 hektare. Total aset yang ada di SMKN Bali Mandara mencapai Rp 70 miliar. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago