Categories: Bali

Siswa Magang Motori Pungli di Disdukcapil, Inspektorat Turun Tangan

SINGARAJA – Dugaan munculnya pungutan liar (pungli) dengan modus memperjualbelikan nomor antrian pengurusan administrasi kependudukan terjadi di Buleleng kemarin.

Yang membuat semua orang prihatin, kasus jual beli nomor antrian diduga melibatkan oknum siswa SMK di Singaraja yang tengah magang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng.

Dugaan pungli itu muncul setelah seorang warga Banyuatis Ani Nanny memposting keluhan melalui halaman akun facebook miliknya.

Di akun tersebut, Ani Nanny menyebut kata koruptor, dimana nomor antrian permohonan KTP dijual seharga Rp 30 ribu saat dirinya minta nomor antrian.

 “Padahal baru jam 09.00. Tapi 1 orang petugas namanya Karunia entah dia magang atau apa, nyuruh saya menunggu. Dan selang 5 menit dia nyolek saya dan membawa saya

keluar kantor tanpa ada rasa khawatir bilang saya ada nomor antrian KTP. Ibu harus bayar itu dengan harga Rp 30 ribu.

Tunggu aja masa kerjamu untuk melayani masyarakat tidak ada berlangsung lama,” tulis Ani dalam akun facebooknya mengeluhan kejadiaan yang dialami.

Unggahan itu spontan mendapat reaksi. Kadisdukcapil langsung memanggil para pihak. Kadisdukcapil Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan, masih mendalami kasus ini meski telah memanggil pihak pelapor dan terlapor.

Di lain sisi, Kepala Inspektorat Buleleng I Putu Yasa meminta waktu untuk mendalami dan menelusuri dugaan nomor antrian pengurusan administrasi kependudukan diperjualbelikan.

Pihaknya secepat mungkin memeriksa kedua belah pihak baik yang mengadu atau yang terlapor. “Termasuk kami meminta rekaman CCTV,” papar Yasa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK di Singaraja Ketut Widiastawan mengaku di kantor Disdukcapil Buleleng ada dua siswanya yang magang.

Dua siswa tersebut ada masih duduk dibangku dikelas XI. Terkait adanya siswanya yang magang diduga melakukan pungli dengan menjual nomor antrian pengurusan administrasi kependudukan, dia mengaku akan mengambil tindakan.

“Kami sebenarnya berencana memanggil orang tua dan siswa tersebut. maksudnya untuk mengklarifikasi benar atau tidak kejadian tersebut. Namun Kadisdukcapil sudah keburu memanggil,” ungkapnya.

Jika seadainya benar siswa tersebut melakukan. Dituturkan Widiastawan pihaknya tetap akan memberikan binaan. “Tugas kami memberikan mereka pembinaan dan pendidikan,” tukasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago