Categories: Bali

Muncul Pungli Libatkan Oknum Pelajar, Dewan Segera Panggil Disdukcapil

SINGARAJA – Dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus memperjualbelikan nomor antrean pengurusan administrasi

kependudukan di Disdukcapil Buleleng yang melibatkan oknum pelajar SMK di Buleleng membuat geram DPRD Buleleng.

Pasalnya, Disdukcapil Buleleng beberapa kali diingatkan agar layanan administrasi kependudukan segera digeser ke masing-masing tingkat kecamatan.

Di kecamatan cukup mengurus cetak e-KTP. Sedangkan KK, Akta dan administrasi lainnya masyarakat ke Disdukcapil.

Hal itu jika dapat dilakukan selain mempersulit ruang gerak pungutan liar juga mengurangi pelayanan administrasi kependudukan yang saban hari selalu membludak di Kantor Disdukcapil Buleleng.

“Kami secepatnya akan panggil Disdukcapil Buleleng, karena ini mendesak sifatnya. Agar tidak terjadi pungutan lagi,” kata Ketua Komisi I DPRD Buleleng I Gede Ody Busana.

Menurut Ody, pada prinsipnya bagaimana pelayanan bisa memenuhi harapan masyarakat. Tidak terlalu lama mengantri, layanan mudah, cepat dan tidak berbelat belit.

Sebelumnya pihaknya bersama dewan lainnya pernah melakukan sidak ke Disdukcapil. Justru pihaknya temukan keluhan masyarakat yang menunggu penyelesaian e-KTP hingga pukul 15.00 siang hari.

“Kami minta Disdukcapil perbaiki sistem layanan, kemudian secepat pelayanan digeser ke tingkat kecamatan,” ungkap Ody Busana.

Di sisi lain Dewan Buleleng Mulyadi Putra juga mengaku banyaknya mendengar keluhaan  masyarakat soal pembatasan nomor antrean.

Nomor antrean selalu habis dipagi hari ketika warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan.  

“Kami apreasiasi perubahan sistem layanan dibandingkan sebelumnya yang dilakukan Disdukcapil Buleleng. Lebih tertib nomor antrean dan teratur. Tapi juga sistem ini harus dievaluasi,” ungkapnya.

Dikatakan pria yang akrab disapa Haji Mul ini, jika terus ada pembatasan nomor antrean, kasihan warga Buleleng yang datang dari daerah timur dan barat.

Bisa dibayangkan wilayah Buleleng sangat luas dari Tembok, Tejakula sampai Sumber Klampok, Gerokgak.

Kemudian jika warga mengurus admintrasi dari Sumber Klampok, Gerokgak ke Buleleng dengan jarak tempuh 150 kilometer dengan waktu dibutuhkan 2 jam.

Namun, sampai di Buleleng nomor antrian habis, karena ada pembatasan. “Itu kami sangat disayangkan, dan terus menjadi keluhan warga, begitu pula warga berada di wilayah timur Buleleng,” tuturnya.   

Dia menyarankan Disdukcapil harus evaluasi masalah layanan. Seakan-akan sistem yang diterapkan bagus. Tapi justru masyarakat banyak yang mengeluhkan.

“Berkaca dari peristiwa ini Disdukcapil harus evaluasi. Kami minta secepatnya juga layanan diberikan ke kecamatan. Sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat,” pungkasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago