Categories: Bali

Pol PP Klungkung Amankan Belasan Gepeng, Pengakuannya Bikin Terharu

SEMARAPURA – Satpol PP Klungkung mengamankan belasan gepeng asal Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem, Selasa (11/2) sekitar pukul 23.00.

Mereka diamankan saat sedang tertidur lelap di emperan toko, Jalan Darmawangsa, Klungkung. Pasalnya mereka adalah gepeng dengan modus berjualan tisu dan lainnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta menuturkan, ada sebanyak 13 gepeng yang diamankan malam itu.

Itu terdiri dari 5 orang gepeng dewasa dan 8 gepeng anak-anak berusia 4-10 tahun. Pengamanan belasan gepeng itu berawal dari laporan bahwa ada sejumlah

gepeng yang beraksi di sekitar Pasar Galiran, Pasar Seni Semarapura dan Pasar Senggol dengan modus berjualan tisu dan barang lainnya.

“Kami lakukan pemantauan dan kami lakukan penangkapan saat mereka menggepeng. Namun mereka berlarian.

Sehingga kami urungkan niat tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti malah dikira ada pencurian,” terangnya.

Tidak ingin kembali gagal, personel Satpol PP Klungkung melakukan pemantauan dari jauh. Hingga akhirnya belasan gepeng itu tidur di emperan toko, Jalan Darmawangsa.

Saat sedang tertidur nyenyak itu lah, pihaknya langsung bergerak mengamankan gepeng tersebut.

“Kami lakukan pengintaian tempat tidurnya. Akhirnya kami temukan di depan toko Jalan Darmawangsa.

Saat tidur nyenyak, kami bangunkan dan kami angkut ke kantor kami untuk ditampung sementara,” jelasnya.

Setelah melakukan pendataan, sejumlah gepeng yang terjaring merupakan wajah lama. Pihaknya tidak tahu pasti sejak kapan belasan gepeng tersebut mulai lagi beraksi di Kabupaten Klungkung.

Namun yang pasti, mereka telah melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. “Tadi kami kami sudah serahkan ke Dinas Sosial Klungkung. Dan oleh Dinas Sosial Klungkung, belasan gepeng tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengaku menyayangkan ada beberapa anak usia sekolah yang dilibatkan dalam aksi menggepeng itu.

Tapi, para orang tua dari gepeng anak-anak itu berdalih anak-anak mereka ikut turun ke jalan lantaran tidak mau tinggal sendiri di rumah. “Katanya anaknya menangis minta ikut,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang gepeng yang berhasil diamankan, Nengah Sukerta menuturkan dia sudah sejak empat hari lalu berada di Klungkung.

Selama tiga hari di Klungkung, dia mengaku tidak pernah meminta-minta. Dia selama beberapa hari di Klungkung

berusaha mencari uang untuk kebutuhan mempersiapkan perayaan Hari Raya Galungan dengan berjualan jepit rambut.

Sementara anaknya mencari uang dengan cara berjualan tisu. “Saya berencana bekerja di Klungkung hanya beberapa hari. Jadi saya tidur di emperan toko,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago