Categories: Bali

Diguyur Hujan, Bangkiam Sidem Longsor

SUKASADA – Hujan yang mengguyur Buleleng pada Senin (17/2) sore lalu hingga dini hari, berdampak pada sejumlah bencana.

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat, setidaknya ada tiga titik bencana yang dilaporkan.

 Baik itu bencana pohon tumbang, banjir, maupun tanah longsor.

Musibah pertama yang dilaporkan yakni tumbangnya pohon asam jawa yang ada di tepi Jalan Raya Ularan-Telaga.

Pohon itu menutup jalan utama warga. Meski tak menimbulkan dampak korban jiwa dan kerugian material yang signifikan, kondisi itu cukup memengaruhi arus lalu lintas di jalur tersebut.

Sebab ruas tersebut paling singkat untuk menuju Desa Ularan, Unggahan, Telaga, dan Pucaksari via Seririt.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng langsung melakukan penanganan. Pohon itu akhirnya berhasil dibersihkan jelang tengah malam.

Pada Selasa (18/2) pagi, BPBD Buleleng menerima laporan terjadi musibah banjir. Pemicunya sampah berupa ranting pohon hingga kayu gelondongan, menyumbat saluran air.

Kayu-kayu tersebut tertahan oleh jembatan penghubung antara Banjar Dinas Bunut Panggang dengan Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem.

BPBD Buleleng pun menerjunkan personil penuh dilengkapi gergaji mesin untuk membersihkan material yang menyumbat saluran air. Setelah dilakukan penanganan sekitar dua jam, akhirnya saluran air kembali lancar.

Terakhir, sekitar pukul 08.30 pagi kemarin (18/2), longsor terjadi di wilayah Bangkiang Sidem, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.

Musibah tersebut mengakibatkan Jalan Raya Singaraja-Denpasar hanya bisa difungsikan separonya. Tak pelak hal itu berdampak pada kepadatan arus lalu lintas, mengingat kemarin merupakan puncak “arus mudik” jelang hari raya Galungan.

Kepala BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, longsor tersebut sudah ditangani setelah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII mengerahkan satu unit alat berat untuk membersihkan material longsor.

“Alat berat ini sangat membantu. Kalau dibersihkan secara manual, jelas makan waktu berjam-jam. Dari pemilik lahan yang longsor juga menyanggupi menyewa truk untuk membersihkan tanah. Jadi pembersihannya bisa dilakukan lebih cepat,” kata Suadnyana.

Lebih lanjut Suadnyana mengatakan, kini pihaknya masih fokus melakukan penanganan di jembatan penghubung antara Desa Tinga-Tinga dengan Desa Pengulon yang jebol pada Senin lalu. Jembatan penghubung antar dusun itu jebol gara-gara terkikis air bah yang berasal dari hulu.

 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago