Categories: Bali

Indukan & Bibit Babi di Sentra Peternakan Diserang Penyakit Misterius

KUBUTAMBAHAN – Penyakit misterius yang menyerang babi di Kabupaten Buleleng, masih belum mengendur.

Setelah sebelumnya menyerang babi-babi warga di Desa Bungkulan, kini penyakit serupa juga muncul di Desa Bila.

Bahkan babi-babi yang dipelihara di PT. Anugerah Bersama Sukses (ABS) yang notabene peternakan babi terbesar di Buleleng, ikut terserang penyakit.

Hingga kemarin, tercatat ada 116 ekor babi yang mati di peternakan tersebut. Penyebab penyakitnya pun masih misterius hingga kini.

Kasus kematian ternak itu pertama kali dilaporkan terjadi pada Selasa (18/2) pekan lalu. Saat itu hanya ada lima ekor yang mati mendadak.

Semula pengelola tak menaruh curiga terhadap kematian tersebut. Semakin hari, kasus kematian pun makin banyak.

Akhirnya kasus kematian itu dilaporkan pada pihak desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, dan Dinas Pertanian Buleleng.

“Gejala awalnya itu tidak mau makan. Biasanya sehari, kadang tidak sampai sehari, dari mulutnya keluar busa, lalu keluar darah, akhirnya mati.

Saya sudah hubungi dokter hewan. Kemarin dari Dinas Pertanian sudah datang dan hari ini (kemarin, Red) akan ambil sampel,” kata Nyoman Suardana, pengawas ternak di PT. ABS.

Suardana menyebut, penyakit tersebut hanya menyerang indukan. Terutama indukan yang dalam kondisi bunting.

“Kalau yang lain, itu masih kuat. Ini yang indukan, terutama yang bunting itu yang dihajar. Makanya indukan sekalian anaknya itu mati. Semua sudah kami kubur,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Kubutambahan Made Suyasa mengatakan, pihaknya telah meminta desa melakukan pengawasan secara ketat terhadap peristiwa tersebut.

Seluruh babi yang mati, diminta dikubur dengan baik. Sehingga tak sampai menyebarkan penyakit lain, yang berujung pada polemik di masyarakat.

“Penanganannya harus baik. Bangkainya biar dikubur. Kami harap ini tidak jadi masalah baru, karena selama ini kan sudah

sering ada gesekan dengan masyarakat. Nanti kami carikan win-win solution biar tidak resah dan menjadi polemik,” kata Suyasa.

Disisi lain, tim dari Dinas Pertanian Buleleng dan Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar telah mengambil sampel terhadap babi-babi yang mati dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Distan menyatakan kini masih menanti hasil uji laboratorium dari BB Vet, terkait penyakit yang menyerang babi di Desa Bila.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago