Categories: Bali

Dekati Kondisi Darurat Militer, Ancam Bubarkan Paksa Pawai Ogoh-ogoh

SAWAN – Polres Buleleng mengancam akan melakukan upaya pembubaran paksa. Menyusul rencana sejumlah banjar adat di Desa Adat Sangsit Dauh Yeh, Kecamatan Sawan, melakukan parade ogoh-ogoh di wilayah mereka.

Kemarin, sejumlah pihak di Desa Adat Sangsit Dauh Yeh, dikumpulkan di Kantor Camat Sawan. Di antaranya Bendesa Adat, Panitia Parade, serta perwakilan pemuda di desa adat setempat.

Pertemuan juga dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sawan, Asisten Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna, dan Kabag Hukum Setda Buleleng Bagus Gede Berata.

Dalam pertemuan itu, pihak desa adat akhirnya sepakat membatalkan seluruh proses parade yang rencananya dilangsungkan hari ini (24/3).

Parade akan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Mengikuti edaran pemerintah yang berencana menyelenggarakan parade di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Kabag Ops Polres Buleleng Kompol A.A. Wiranata Kusuma mengatakan, secara keseluruhan di Buleleng tidak ada desa adat yang menggelar parade ogoh-ogoh.

Meski begitu, Wiranata menyebut ada beberapa banjar adat di Desa Adat Sangsit Dauh Yeh yang tetap ingin menyelenggarakan parade ogoh-ogoh.

“Itu karena kurang pemahaman, akhirnya memaksakan diri mau mengadakan pawai ogoh-ogoh. Kami sudah turun bersama pemerintah daerah dan Muspika, menyelesaikan masalah ini,” kata Kompol Wiranata.

Kompol Wiranata menyatakan keputusan yang diambil pemerintah sudah bersifat final. Sehingga semua pihak harus tunduk pada aturan yang sudah dibuat.

Kompol Wiranata bahkan menyebut kondisi sekarang ini, sudah mendekati kondisi darurat militer. “Darurat bencana ini satu strip di bawah darurat militer. Artinya apapun kepentingan negara untuk masyarakat, itu yang diutamakan.

Hukum di atas segalanya saat ini. Hukum ini dibuat untuk menjaga keselamatan masyarakat, jadi wajib dipatuhi,” imbuh Kompol Wiranata.

Mantan Kapolsek Kota Singaraja itu menyatakan, apabila masih ngotot melakukan parade ogoh-ogoh, maka kepolisian akan mengambil langkah tegas dengan membubarkan parade.

Terlebih Maklumat Kapolri secara tegas menyatakan bahwa kegiatan budaya dihentikan untuk sementara waktu.

“Kalau langkah persuasif diabaikan, ada langkah selanjutnya sesuai maklumat. Kalau berani, langsung nanti berhadapan dengan kepolisian,” tegas Kompol Wiranata.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago