Categories: Bali

Awas Video Hoax Larangan Non KTP Bali Nyebrang dari Pelabuhan Ketapang

KETAPANG-Ditengah kepanikan masyarakat dengan adanya wabah Covid-19 justru banyak beredar berita bohong alias hoax.

 

Ironisnya lagi, video berdurasi beberapa detik  yang belum terkonfirmasi kepada pihak atau sumber resmi itu beredar luas dan viral di media social.

 

Akibat video hoax, tidak sedikit masyarakat yang resah.

 

Sesuai rekaman video, sang perekam mengatakan bahwa tengah ada antrian panjang pengendara di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, pada Senin (30/3).

 

Pihak perekam juga mengatakan bahwa hal itu terjadi karena masyarakat yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali wajib ber-KTP Bali. Sedangkan yang tidak akan dihentikan dan diminta berbalik arah.

 

 

Menanggapi beredarnya video viral itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh perekam dalam video itu adalah hoax.

 

“Yang beredar itu hoax. Itu dipelintir,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (30/3).

 

Dijelaskannya bahwa pihaknya hanya  membantu kebijakan Provinsi Bali dan imbauan dari Gubernur Bali kepada masyarakat untuk mengurangi atau menunda perjalanan ke Bali. 

 

Dimana kata Fahmi, jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalananan atau penyeberangan ke Pulau Bali.

 

Selain itu, atas imbauan Pemerintah Provinsi Bali, Fahmi juga menyatakan jika pihaknya telah melakukan seleksi secara ketat di area pelabuhan.

 

“Mendasari surat himbauan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali berkoordinasi dengan kami di Ketapang agar membantu mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Bali. Dimana jika tidak terlalu genting agar kiranya bisa menunda dulu,” terangnya.

 

Namun saat petugas menyampaikan imbauan itu di Pelabuhan Ketapang, ada para pengguna motor yang antre.

 

Apalagi sekarang merupakan arus balik Nyepi. Sehingga seolah-olah itu adalah penutupan pelabuhan dan pelarangan menyeberang ke Bali.

 

 “Mungkin saat dilakukan imbauan untuk pemeriksaan KTP kan sudah wajar dan diwajibkan dari sebelumnya. Pada saat imbauan itu, melihat KTP. Jika  tak mendesak (datang ke Bali) sepetti mau liburan ke Bali, mending kembali saja. Di rumah dulu” tandas Fahmi.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago