Categories: Bali

Baru Datang dari Zona Merah di Jawa, Dua Sopir Langsung Dikarantina

GEROKGAK – Dua desa di wilayah Kecamatan Gerokgak, Buleleng kini telah mulai melakukan karantina bagi sopir yang baru datang dari perjalanan ke luar Bali ke daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Dua desa tersebut yakni Desa Pengulon dan Desa Tukad Sumaga. “Baru satu orang sopir yang kami karantina. Sopir tersebut baru datang dari Jakarta,” kata Pebekel Pengulon I Made Juliana kemarin.

Menurutnya, karantina bagi sopir dilakukan oleh pihak desa. Setelah pihak desa bersama dengan relawan Covid-19 di desa

melakukan pendataan dan mengimbau masyarakat yang berprofesi sebagai sopir antar pulau memeriksakan kesehatan mereka.

Dari hasil turun ke lapangan pihaknya mendapat empat orang warga desa yang bekerja sebagai sopir angkutan barang yang baru tiba di desa setelah mereka mengakut barang ke luar Bali.

“Empat sopir, tiga diantaranya tidak melakukan perjalanan ke zona merah dan satu sopir melakukan perjalanan ke zona merah,” ucapnya.

Keempat sopir sudah dicek kesehatan. Mereka dalam kondisi kesehatan dan tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19.

Tetapi satu sopir karena perjalanan ke Jakarta tetap dilakukan karantina sesuai dengan protocol kesehatan penanganan Covid-19.

“Sopir tersebut kami karantina di gedung sekolah PAUD desa selama 14 hari,” ujarnya. Untuk pembiayaan dan kebutuhan sehari-hari sopir selama proses karantina ditanggung pemerintah desa.

Sedangkan selama masa karatina diawasi oleh relawan Covid-19 dan pecalang desa. Sementara itu, di Desa Tukad Sumaga seorang sopir yang baru saja pulang dari daerah Bondowoso, Jawa Timur dilakukan karantina.

Sopir tersebut dikarantina setelah mengalami suhu panas tinggi saat dilakukan pengecekan kesehatan.

“Sekarang kami masih karantina sopir tersebut di SDN 3 Tukad Sumaga,” kata Sekdes Desa Tukad Sumaga Kadek Kutara.

Dia menambahkan, sudah ada 8 orang sopir di desa yang terdata melakukan perjalanan keluar Bali. Namun, baru satu orang yang menjalani karantina.

Sisanya di karantina di rumah masing-masing. Karena mereka tidak melakukan perjalanan ke zona merah penyebaran Covid-19 dan dalam kondisi sehat.

Untuk para sopir di desa yang akan kembali berangkat bekerja mengangkut barang, pihaknya juga akan mengcek kesehatan

mereka kembali dan harus mendapat rekomendasi dari pihak kesehatan atau puskemas bahwa mereka bebas dari Covid-19.

“Setelah dinyatakan aman baru bisa bekerja kembali,” pungkasnya. Sebelumnya Camat Gerokgak Made Juartawan telah menginformasikan kepada seluruh perbekel

dan Satgas Gontong Royong Penanganan Covid-19 di seluruh desa untuk mengkarantina para sopir yang bekerja membawa muatan barang keluar daerah Bali.

Para sopir yang dikarantina khusus yang menuju ke daerah masuk zona merah luar Bali. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago