Categories: Bali

Jejak Sejarah Belum Jelas, Koleksi Museum Semarajaya Belum Dipajang

SEMARAPURA – Museum Semarajaya yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemkab Klungkung memiliki berbagai macam koleksi benda bersejarah.

Hanya saja belum semua koleksi museum tersebut bisa dipajang. Selain karena keterbatasan ruang, sejumlah koleksi jejak sejarahnya belum jelas.

Seperti tiga mata tombak dan satu keris pemberian sebuah yayasan berpusat di Belanda yang hingga saat ini belum bisa dipajang karena jejak sejarahnya belum jelas.

Kepala UPTD Museum Semarajaya, Cokorda Gede Nala Rukmaja, mengungkapkan, Museum Semarajaya memiliki ribuan koleksi.

Beberapa di antaranya merupakan sumbangan dari masyarakat yang secara sukarela menyerahkan benda-benda bersejarah milik mereka untuk menjadi koleksi museum.

Hanya saja belum semua koleksi museum telah dipajang untuk diperlihatkan kepada para pengunjung.

Cukup banyak koleksi museum masih tersimpan di tempat penyimpanan lantaran keterbatasan ruangan.

“Selain itu ada yang proses pembuatan dan jejak sejarahnya belum jelas sehingga harus dilakukan kajian,” terangnya.

Adapun koleksi yang sampai saat ini belum dipajang lantaran proses pembuatan dan jejak sejarahnya belum jelas adalah tiga mata tombak

dan satu keris pemberian sebuah yayasan berpusat di Belanja yang penyerahannya dilakukan Oktober 2019 lalu dan April 2020 lalu.

Menurutnya, koleksi benda bersejarah yang dipajang di museum harus memiliki narasi yang jelas literaturnya.

Sehingga untuk koleksi-koleksi yang belum jelas jejak sejarahnya harus dilakukan kajian dengan melibatkan tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya.

“Rencananya setelah wabah Covid-19 ini berlalu baru akan kembali dibicarakan kapan akan dilakukan kajian terhadap pusaka-pusaka tersebut,” katanya.

Sebab untuk melakukan kajian, anggarannya tidaklah sedikit. Pihaknya memperkirakan anggaran yang dibutuhkan

untuk melakukan kajian terhadap tiga mata tombak dan satu keris dari yayasan asal Belanda itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 juta lebih.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan kajian memang cukup besar. Karena melibatkan tim ahli,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago