Categories: Bali

Transmisi Lokal Melejit, Bulelang Bakal Perketat Aturan Jam Buka Toko

DENPASAR – Penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Buleleng masih terjadi. Bahkan, kasus transmisi lokal menunjukkan grafik naik dibanding penyebaran via imported case.

Karena itu, Pemkab Buleleng berencana mengevaluasi aturan pembatasan jam operasional toko dan social distancing di Buleleng. Evaluasi tersebut meliputi peningkatan pengawasan dan pemberian sanksi bagi yang melanggar.

Dilansir dari situs bulelengkab.go.id, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan,

pihaknya banyak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat seperti toko-toko yang buka di luar jam operasional

yang telah ditetapkan melalui surat edaran dan masyarakat yang masih kumpul-kumpul pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah ditutup.

Pelanggaran yang dilakukan itu ditakutkan akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. Apalagi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Covid-19 bakal melandai.

Menanggulangi pelanggar jam operasional toko, Suyasa mengatakan, pihaknya kini sedang memantau dan mendata toko-toko yang melanggar jam operasional.

Data tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk pemberian sanksi seperti Surat Peringatan (SP) maupun hingga pencabutan izin. Untuk itu juga pihaknya akan membentuk tim khusus.

Sementara terkait pelanggar RTH, Suyasa akan mengevaluasi para pengelola RTH agar dapat meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi masyarakat yang kumpul-kumpul.

Sebagai catatan, hingga saat ini sudah ada 36 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif saat ini ada 15 orang yang dirawat di Buleleng dan 5 orang yang dirujuk ke Denpasar.

Selain itu juga terdapat 6 pasien terkonfirmasi positif asal Buleleng yang sejak awal ditangani di Denpasar. Yang menggembirakan, saat ini tidak ada Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sedang dipantau.

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) terdapat 215 orang terdiri dari 211 OTG karantina mandiri dan 4 OTG dikarantina di RS Pratama Giri Emas.

Terakhir, disebutkan oleh Suyasa sebanyak 228 orang dengan Riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit tengah dipantau.

Rinciannya adalah 155 orang pekerja kapal pesiar, 50 orang TKI lainnya, 2 orang datang dari perjalanan luar negeri, dan 21 orang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago