Categories: Bali

Pedagang di Pasar Padangsambian dan Ibu Hamil Positif Covid-19

NEGARA – Sempat melandai tiga hari berturut-turut, kasus positif Covid-19 di Jembrana karena transmisi lokal sejak kemarin terus bertambah.

Terbaru salah seorang pedagang asal Desa Candikusuma dilaporkan positif Covid-19. Pedagang ini sehari-hari berjualan di pasar Padangsambian Denpasar, sehingga dipastikan tertular saat di Denpasar.

Tambahan pasien positif Covid-19 tersebut menambah pasien positif Covid-19 di Jembrana. Sehingga total kasus di Jembrana sebanyak 42 orang.

Sebanyak 30 orang sudah sembuh dan 11 orang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara. Sebagian besar yang menjalani perawatan adalah pasien kasus transmisi lokal.

Berdasar hasil penelusuran kontak sejumlah pasien positif Covid-19 di Jembrana, sebagian sudah terlacak dugaan awal penularan.

Namun, masih ada yang belum terlacak awal penularan virusnya. Seperti pasien positif asal Desa Yehsumbul.

Pasien positif yang merupakan hasil screening di Puskesmas tersebut harus menjalani rapid test. Setelah dilakukan swab hasilnya positif.

Namun penularan virus terhadap ibu hamil tersebut masih ditelusuri. Pasalnya, ibu hamil tersebut tidak pernah kontak dengan pasien positif maupun keluar daerah yang masuk zona merah.

Keluarga inti dari pasien tersebut tidak ada yang terjangkit virus. “Pekerjaan suami juga tidak keluar daerah, buruh serabutan. Hasil rapid test non-reaktif. Karena itu, kasus ini masih kami telusuri,” lanjutnya.

Sedangkan kasus positif dari Desa Yehembang Kauh, diduga tertular dari salah satu kerabatnya yang sering melakukan perjalanan keluar daerah.

Sedangkan pasien asal Desa Dangin Tukadaya, diduga tertular dari Denpasar, karena pekerjaanya sebagai pegawai swasta di Denpasar dan sering pulang ke Jembrana.

Meningkatnya kasus transmisi lokal di Jembrana ini, Bupati Jembrana I Putu Artha menekankan agar Satgas Gotong Royong Desa untuk melakukan penjagaan di masing-masing desa secara ketat.

Warga dari luar Jembrana yang masuk desa supaya membawa hasil rapid test non reaktif, tidak hanya warga yang datang dari luar Bali, tetapi juga dari kabupaten/kota di Bali.

“Karena kasus Covid-19 ini sudah menyebar ke semua kabupaten/kota di Bali,” kata Ketua GTPP Covid-19 Jembrana ini.

Tidak hanya pedagang dari luar Jembrana, tetapi juga warga Jembrana yang tinggal di luar Jembrana dan akan pulang ke Jembrana harus menunjukkan surat rapid test non-reaktif, terutama jika datang dari zona merah.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kasus transmisi lokal di Jembrana, karena dalam beberapa hari terakhir kasus transmisi lokal melonjak. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago