Categories: Bali

Skema Pembayaran Pasar Banyuasri, Pemerintah Abaikan Opsi Pinjaman

SINGARAJA – Skema pinjaman daerah untuk menyelesaikan pembayaran proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, diabaikan pemerintah.

Pemkab Buleleng lebih memilih mencari opsi lain untuk membiayai proyek tersebut. Sebab ada setumpuk persyaratan yang harus dipenuhi, bila pemerintah hendak mengambil pinjaman.

Saat ini proyek revitalisasi Pasar Banyuasri memang berpotensi gagal bayar. Anggaran yang tersisa saat ini hanya cukup untuk membayar pekerjaan termin bulan Juli.

Sementara untuk Agustus hingga Desember, belum ada anggaran yang disiapkan. Semestinya anggaran untuk pembayaran termin pekerjaan bulan Agustus hingga Desember, sudah harus dianggarkan pada APBD Perubahan 2020.

APBD Perubahan 2020 pun faktanya hingga kini belum dibahas. Bahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) belum diajukan.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, anggaran untuk proyek revitalisasi Pasar Banyuasri terpaksa dipangkas saat refocusing anggaran.

Sebab Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) mewajibkan pemangkasan belanja modal hingga 50 persen.

“Belanja modal terbesar kita di Buleleng untuk tahun 2020 itu ada di Pasar Banyuasri. Kalau tidak dilakukan refocusing, tidak memenuhi ketentuan. Tapi kalau refocusing, resikonya seperti yang kita hadapi saat ini,” kata Suyasa.

Suyasa menyatakan pemerintah telah melakukan pembahasan sejumlah skema untuk memenuhi pembayaran proyek.

Suyasa telah meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra, melakukan pembicaraan dengan rekanan.

Opsi yang muncul diantaranya melakukan perpanjangan durasi pelaksanaan proyek. Rencananya proyek yang harusnya tuntas pada Desember 2020, akan menjalani adendum.

Proyek diharapkan bisa tuntas pada Januari atau Februari 2021. “Selama ini ketakutannya kan kalau durasi mundur, harga bahan bangunan mengalami kenaikan.

Tapi, kalau bisa mundur tidak sampai 4 bulan, tuntas Januari-Februari, harganya tidak naik, tentu pemerintah tidak dirugikan. Ini yang sedang dirancang untuk jadi keputusan,” imbuhnya.

Bagaimana dengan skema pinjaman daerah? Suyasa mengatakan, opsi pinjaman daerah akan menjadi alternatif terakhir.

Sebab ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pemerintah mengajukan pinjaman. Seperti kemampuan bayar, celah fiskal di APBD, hingga sisa masa jabatan kepala daerah.

“Tapi kalau rekanan yang pinjam ke bank dan bunganya dibayar daerah, itu lain lagi skemanya,” tukas Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna sempat melontarkan ide agar pemerintah mengajukan pinjaman daerah.

Sehingga pemerintah memiliki cukup dana untuk membayar pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri. Mengingat kebutuhan dana untuk pembayaran proyek itu mencapai Rp 56 miliar. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago