Categories: Bali

Pendapatan RSUD Buleleng Turun Drastis, Margin Laba Makin Tipis

SINGARAJA – Pendapatan di RSUD Buleleng mengalami penurunan secara signifikan. Tak pelak hal itu juga berdampak pada

pendapatan jasa pelayanan (jaspel) yang diterima tenaga medis maupun tenaga teknis, yang bertugas di rumah sakit milik Pemkab Buleleng itu.

Hitung-hitungan manajemen rumah sakit, rata-rata pendapatan rumah sakit mengalami penurunan hingga 25,51 persen per bulan.

Biasanya pendapatan di RSUD Buleleng mencapai Rp 9,8 miliar per bulan. Namun sepanjang tahun ini, pendapatan turun menjadi Rp 7,3 miliar per bulan.

Margin laba makin tipis, karena manajemen harus mengeluarkan tambahan biaya operasional pada masa pandemi ini.

Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana mengungkapkan, bila merujuk data kunjungan pasien, memang terjadi penurunan drastis.

Untuk instalasi rawat jalan, kunjungan turun hingga 40 persen. Sementara untuk instalasi rawat inap, kunjungan turun sebesar 12,5 persen.

“Itu kondisi yang kami hadapi. Sedangkan suasana covid begini, belanja operasional kami meningkat. Seperti pegawai harus pakai masker dari sebelumnya tidak.

Untuk operasi juga harus menggunakan APD level 3. Ruangan juga harus dilakukan sterilisasi rutin, ini kan sebelumnya tidak intens kami lakukan,” ujar dr. Wiartana.

Menurutnya, penurunan pendapatan itu bukan semata-mata karena turunnya pasien pada masa pandemi Covid-19.

Namun, lebih disebabkan pola rujukan online (rujol) yang diterapkan pada pasien yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pihaknya pun tak bisa berbuat banyak, karena prosedur rujukan itu sudah menjadi kebijakan pemerintah.

“Hal yang bisa kami lakukan ya melakukan efisiensi. Mutu dan kualitas layanan kan tidak boleh kami turunkan. Intinya kami tetap menjaga mutu,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari menyebut grafik penurunan yang terjadi di RSUD Buleleng memang cukup berdampak.

Selain itu masyarakat juga kini memilih membatasi kunjungan mereka ke fasilitas kesehatan.

“Rujukan online juga berdampak, karena ada beberapa kriteria yang tidak bisa langsung dirujuk ke RSUD. Ini harus dengan tingkat keseriusan penyakit. Situasi covid ini memang berdampak,” kata Rani.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago