Categories: Bali

22 Kali Layangan Nyangkut, Listrik Padam, PLN Rugi Rp 250 Juta

GIANYAR – Musim layangan membuat Perusahaan Listrik Negara (PLN) diganggu layangan nyangkut. 

Berdasar data, gangguan listrik akibat layangan, sudah ada 22 layangan nyangkut. 11 gangguan terjadi pada Juni, disusul 11 gangguan pada Juli.

Gangguan akibat layangan itu dibenarkan oleh Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Gianyar, Billy Ramadhana. 

Gangguan terbaru, terjadi di wilayah Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh. Akibatnya, wilayah Banjar Banda sempat padam pada Selasa (21/7).

Billy menyatakan, pemilik layangan tidak di lapor ke pihak berwajib. Namun, pihaknya akan segera membuat berita acara dengan Pecalang setempat untuk melakukan penertiban jika ada anak yang bermain layangan di dekat tiang listrik. 

“Kami akan buatkan berita acara ke Pecalang yang ditandatangani oleh Pecalang, pemilik layangan, Kepala Desa, dan Bhabinkamtibmas setempat,” jelasnya.

Dia berharap, berita acara tersebut bisa memberikan edukasi bagi para rare angon atau pecinta layangan. 

“Tujuannya untuk menjadikan ini pelajaran dan supaya tidak terulang kembali,” jelas Billy Ramadhana.

Berdasar data yang dibeberkan PLN Area Gianyar, selama puluhan kali gangguan terjadi, mengganggu aliran listrik ke 31.870 pelanggan. 

Gangguan itu membuat 2365,67 kWh tidak tersalurkan. “Tetapi, jika gangguan layangan ini sering terjadi di jaringan, maka akan berpotensi merusakan peralatan distribusi kami,” imbuhnya.

Apabila dirupiahkan, jumlahnya tidak sebanding dengan harga layangan. “Jika dirupiahkan kurang lebih kerugiannya sekitar Rp 250 juta,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pecinta layangan bisa memahami kondisi tersebut. “Kami imbau, masyarakat agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listri,” pungkasnya. 

Sementara itu, I Wayan Sanjaya, mahasiswa asal Banjar Banda, Desa Saba, menjadi salah satu warga yang terdampak listrik padam akibat layangan. 

Padahal, Selasa kemarin, dia semestinya membuat tugas yang diberikan dosen secara daring. “Listriknya mati. Otomatis tugas juga ngadat dan sempat tertinggal beberapa menit,” keluhnya.

Untuk menyiasati hal itu, Sanjaya pun beralih melakukan daring dengan handphonenya. Sehingga ia bisa langsung melanjutkan pertemuan tersebut. 

“Untung baterai handpone masih isi setengah. Kalau tidak bisa ketinggalan membuat tugas dan pertemuan dengan dosen,” tukasnya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago