Categories: Bali

Beban Operasional Tinggi, Pos Sekat Labuan Lalang Ditutup

SINGARAJA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng memutuskan menutup pos sekat di Labuan Lalang.

Pos pengawasan dan pemantauan yang telah berjalan selama sebulan terakhir itu sengaja ditutup. Pemerintah mengklaim upaya itu dilakukan sebagai langkah rileksasi pada masa tatanan kehidupan baru.

Pos sekat di Labuan Lalang mulai dioperasikan sejak 23 Juni lalu. Saat itu gugus tugas memutuskan membentuk pos sekat untuk mengoptimalkan pengawasan di jalur pantai utara Bali.

Terutama untuk mengawasi warga yang baru kembali dari luar Bali. Sebab kasus Covid-19 di luar Pulau Bali cukup tinggi.

Sejak pagi kemarin, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polisi Pamong Praja Buleleng mulai melakukan pembongkaran pos.

Mereka juga dibantu personil dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Selanjutnya pos sekat tak lagi jadi lokasi pengawasan warga yang datang dari luar Bali.

Warga bebas melintas, meski tak mengantongi surat keterangan bebas covid. Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, dari hasil evaluasi, selama sebulan terakhir tidak ada persoalan prinsip yang muncul di pos sekat.

Dari 186 orang warga yang dilakukan rapid test, hanya seorang saja yang dinyatakan reaktif. Ditambah lagi, rapid test tak lagi menjadi rujukan dalam diagnosis klinis pasien suspect atau pasien yang diduga positif covid.

“Kasus gejala sedang dan berat tidak dilaksanakan rapid. Maka (pelaksanaan rapid test) di pintu keluar masuk Buleleng tidak lagi jadi patokan.

Kami akan ikuti proses yang dilakukan provinsi di Pelabuhan Gilimanuk. Jadi terhitung hari ini kami tidak lagi lakukan rapid test di pos sekat,” kata Suyasa.

Lebih lanjut dikatakan, penutupan pos sekat juga sudah melewati pertimbangan matang. Salah satu pertimbangannya, beban operasional yang cukup tinggi.

Sebab biaya operasional pos sekat, tak sebanding dengan hasil pengawasan yang dilakukan.

“Ini juga bagian dari rileksasi pengawasan. Sebab kita sudah mulai masuk tatanan kehidupan baru. Dengan rileksasi ini, kami harap proses distribusi dan transportasi antar wilayah juga menjadi lebih lancar,” demikian Suyasa. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago