Categories: Bali

Sopir Protes, DLH: Pengurangan Hari Kerja Karena Refocusing Anggaran

SINGARAJA – Puluhan sopir dan buruh angkut sampah yang bertugas pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, mendatangi Gedung DPRD Buleleng. Mereka mengadukan pengurangan hari kerja, yang berdampak pada pemasukan buruh angkut.

Sopir-sopir itu secara spontan mendatangi Gedung DPRD Buleleng pada pukul 10.00 pagi. Mereka datang dengan memanfaatkan sembilan unit truk sampah.

Para sopir itu diterima Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna didampingi Sekretaris DPRD Buleleng Putu Dana.

Di hadapan Supriatna, para sopir langsung mengadukan keluhan mereka. Keluhan yang utama ialah pengurangan hari kerja, servis kendaraan, serta perlindungan pada para buruh.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Ariston Adhi Pamungkas mengungkapkan, kebijakan terkait pengurangan hari kerja sebenarnya sudah sempat dikomunikasikan pada para sopir dan buruh.

Menurutnya, pengurangan hari kerja itu semata-mata terbatasnya anggaran di DLH Buleleng. “Ini kendala anggaran. Jadi seperti kita tahu, di bulan Maret ada refocusing anggaran.

Semua tertuju untuk covid. Termasuk anggaran kami pun ikut ke sana. Nah anggaran itu kami bagi secara proporsional. Bagaimana caranya biar kendaraan bisa jalan, pekerja juga bisa tetap bertugas,” ujarnya.

Semula DLH Buleleng berupaya sebisa mungkin agar biaya yang terkait dengan operasional sampah dan tenaga kebersihan tak mengalami pengurangan.

Namun, kondisi fiskal daerah cukup tertekan. Sehingga pemangkasan anggaran harus dilakukan lebih dalam lagi. Dampaknya hari kerja para THL harus dikurangi dua hari dalam sebulan.

“Kalau lihat kontrak kerja, sebenarnya ada klausul kalau ada keterbatasan keuangan daerah, mereka harus mengerti,” imbuhnya.

Kini, kata Ariston, pihak DLH sudah berupaya mengajukan tambahan pagu anggaran pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Total tambahan anggaran yang diajukan disebut sekitar Rp 500 juta. Saat ini DLH Buleleng masih menanti kepastian dari TAPD, apakah pengajuan tambahan anggaran itu akan disetujui atau tidak.

“Ini masih berproses. Mudah-mudahan ada pagu anggaran. Kalau tidak ada pagu, kami tentu akan diskusi lagi dengan rekan-rekan di lapangan dan menyampaikan kondisi yang kami hadapi seperti apa,” tukas Ariston. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago