Categories: Bali

Masuk Zona Hijau, Sekolah di Nusa Penida Bakal Dibuka Kembali

SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memutuskan menerapkan sistem belajar tatap mula langsung untuk sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Nusa Penida, baik SD maupun SMP.

Keputusan tersebut diambil Bupati Suwirta saat memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Tim Percepatan Penanganan Covid 19 di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung kemarin.

Menurut Bupati Suwirta, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan Kecamatan Nusa Penida termasuk wilayah zona hijau pandemi Covid-19.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam rapat itu mengungkapkan, rata-rata kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Klungkung terus berambah setiap harinya.

Peningkatan kasus merata terjadi di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan dan Dawan atau lebih dikenal dengan istilah Klungkung daratan.

Namun hal berbeda terjadi di Nusa Penida. “Nusa Penida yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, angka positif Covid-19 – nya saat ini sudah nol,” ungkapnya.

Melihat adanya dorongan untuk menerapkan sistem belajar tatap mula langsung dan kondisi yang memungkinkan untuk merealisasikan itu, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung

itu akhirnya memutuskan menerapkan sistem belajar tatap mula langsung untuk sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Nusa Penida, baik SD maupun SMP.

Untuk itu, pihaknya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan agar segera membentuk tim verifikasi yang akan bertugas memastikan kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan.

“Sedangkan untuk sekolah atau lembaga pendidikan di wilayah Klungkung daratan (Banjarangkan, Klungkung dan Dawan), belum diperkenankan menerapkan sistem belajar

dengan tatap muka langsung. Karena penambahan kasus Covid-19 yang masih tinggi dan merata terjadi di tiga kecamatan se-Klungkung daratan,” katanya.

Kondisi itu diperkuat dengan pernyataan Kadis Kesehatan dr. Made Adi Swapadni. Menurutnya, Klungkung daratan belum layak membuka sekolah dan melaksanakan sistem belajar tatap muka langsung.

Hal ini berdasar fakta jumlah kasus Covid-19 masih terus ada setiap hari di wilayah Klungkung daratan.

“Selain itu mobilitas siswa di sekolah dalam satu desa tidak hanya berasal dari desa yang bersangkutan. Tapi, banyak juga berasal dari desa lain yang kasus Covid-19nya masih tinggi,” terangnya.

Terkait perintah Bupati Suwirta itu, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan mengaku akan segera membentuk

tim verifikasi untuk memastikan kesiapan sekolah-sekolah yang ada di Nusa Penida menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya juga akan merancang sistem pembelajaran baru yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Persiapan itu kami akan lakukan tidak hanya di Nusa Penida namun juga sekolah sekolah di wilayah Klungkung daratan, meskipun sekolah di Klungkung daratan belum akan dibuka kembali,” tandasnya. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago