Categories: Bali

Pasien Isolasi Mandiri Tularkan Covid-19, Bupati Buleleng Cari Hotel

SINGARAJA – Penanganan pasien Covid-19 tampaknya tidak mendapat perlakuan yang sama di seluruh Bali. Bila di Bali Selatan ada dua model, yakni di RS Rujukan dan tempat karantina, di Buleleng tidak demikian. Pasien tanpa gejala (asimtomatik) di Buleleng malah hanya diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Jumlahnya bahkan lebih dari separuh.

Padahal, di Bali Selatan, yakni di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar, khususnya, banyak tersedia RS Rujukan bagi pasien yang menunjukkan gejala (simtomatik). Bagi pasien yang tak bergejala, tersedia banyak hotel yang disewa untuk pasien tak bergejala. 

Hal itu terungkap dari pernyataan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana Rabu (19/8/2020). Dia mengusulkan skema baru dalam penanganan covid-19. Utamanya bagi pasien yang berstatus asimtomatik (tanpa gejala) maupun simtomatik (gejala) ringan. Sebab skema perawatan dalam protokol kesehatan revisi lima, terbilang cukup longgar.

Ditemui di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng Rabu (19/8), Agus Suradnyana mengaku sedang membuat kajian terkait perawatan pasien asimtomatik maupun simtomatik ringan. Sebab kini pasien dengan kondisi tersebut diizinkan melakukan isolasi mandiri. Hanya pasien dengan kondisi simtomatik sedang dan simtomatik berat yang dirawat di rumah sakit.

“Kami ingin yang namanya isolasi mandiri lebih ketat. Kami ingin mengambil langkah sesuai dengan kemampuan keuangan kami. Sehingga kasusnya bisa ditekan,” kata Agus.

Agus menilai, idealnya pasien dengan status asimtomatik maupun simtomatik ringan, diisolasi pada fasilitas khusus. Sehingga memudahkan pengawasan dan pencegahan penularan. Hasil evaluasi gugus tugas, isolasi mandiri di rumah, justru berpotensi memicu penyebaran. Ini menandakan isolasi mandiri tidak efektif bila tidak disiplin.

“Buktinya satu rumah itu kena. Belum lagi kalau ada yang tidak disiplin. Tetangganya bisa kena,” imbuhnya.

Rencananya pemerintah akan mencari fasilitas khusus untuk melakukan isolasi. Tak menutup kemungkinan pemerintah akan menyewa fasilitas penginapan maupun hotel untuk melakukan isolasi mandiri.

“Nanti biar diisolasi di sana selama 14 hari. Setelah sembuh, baru boleh pulang. Saya harap ini bisa memudahkan kontrol. Jadi kasusnya bisa ditekan. Kalau sekarang ini longgar sekali,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca menyebutkan, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 263 kasus. Kini masih ada 76 orang yang masih menjalani perawatan.

Dari 76 orang yang dirawat, sebanyak 29 orang dirawat di RSUD Buleleng dan 47 orang lainnya diizinkan menjalani isolasi mandiri. Dengan angka kasus itu, Buleleng kini dinyatakan berada dalam zona oranye atau daerah penularan risiko sedang.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

3 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago