Categories: Bali

Buleleng Sisakan Belanja Tak Terduga untuk Covid-19 Rp 7 Miliar

SINGARAJA – Alokasi belanja daerah untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dipangkas. Dewan dan pemerintah sepakat hanya menyisakan anggaran sebesar Rp 7 miliar saja.

Anggaran itu akan digunakan untuk upaya pencegahan, penanggulangan, dan penanganan covid-19, hingga akhir tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut terungkap saat DPRD Buleleng melakukan rapat pembahasan Ranperda APBD Perubahan 2020, di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. Sementara dari pihak eksekutif hadir Sekkab yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng Gede Suyasa.

Dalam rapat pembahasan itu, para anggota dewan lebih banyak menyoroti pemanfaatan anggaran BTT untuk penanganan covid-19.

Saat refocusing anggaran pada bulan Maret lalu, pemerintah memasang BTT hingga Rp 67 miliar. Sebanyak Rp 57 miliar bersumber dari APBD Buleleng, sementara Rp 10 miliar sisanya bantuan Pemprov Bali.

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada sempat menyurati DPRD Buleleng terkait laporan penggunaan BTT.

Dalam surat tersebut terungkap bahwa pemerintah telah mencairkan dana BTT sebesar Rp 43,36 miliar. Dari dana puluhan miliar itu, dana yang baru bisa digunakan hanya sebesar Rp 37,81 miliar.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pertanyaan diajukan anggota dewan terkait pemanfaatan BTT terbilang wajar.

Sebab dalam laporan yang disampaikan ke dewan, hanya bersifat gelondongan. Dalam artian, PPKD hanya menyerahkan rekapitulasi pengamprahan dan pengembalian dana ke kas daerah.

Padahal, dewan lebih membutuhkan laporan realisasi penggunaan BTT. “Tadi sudah dijelaskan bahwa itu digunakan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS),

bantuan sosial, penanganan kesehatan, dan pemulihan ekonomi. Itu dapat kami pahami. Apalagi ini sudah diawasi ketat oleh BPKP,” kata Supriatna.

Sementara itu, Sekkab Buleleng Gede Suyasa menyatakan, dalam pemanfaatan dana BTT pemerintah selalu meminta pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Buleleng.

Selain itu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga terus melakukan pemantauan.

Suyasa mengatakan, pada APBD Perubahan 2020, pemerintah hanya memasang BTT sebanyak Rp 7 miliar.

Dana itu hanya diperuntukkan bagi pencegahan, penanggulangan, dan penanganan covid-19. Sementara program-program lain, seperti perlindungan sosial dan skema pemuliman ekonomi, akan dicantumkan dalam program kerja.

“Dana sebesar Rp 20 miliar itu sudah kami bawa ke belanja langsung. Jadi di APBD Perubahan, BTT hanya sisa Rp 7 miliar saja, itu untuk menjawab kegiatan sampai Desember.

Kalau skema pemulihan ekonomi kan tidak lewat BTT. Itu lewat program kegiatan. Kami distribusikan ke Dinas PU, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan. Bisa dibuatkan program padat karya nanti di sana,” kata Suyasa. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

1 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago