Categories: Bali

Ratusan Pelamar CPNS Ikuti SKB, Awas, Ada Delapan Orang Reaktif

SINGARAJA – Sebanyak 435 orang pelamar formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buleleng, mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tes itu baru dilaksanakan Selasa kemarin (8/9). Semula SKB diagendakan berlangsung pada Maret 2020. Namun karena pandemi, SKB baru bisa dilaksanakan bulan ini.

Untuk para pelamar di Kabupaten Buleleng, SKB dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Bali.

Ada pula beberapa pelamar dengan domisili di luar Bali, yang melakukan seleksi di Kantor Regional Badan Kepegawaian Nasional (Kanreg BKN) terdekat.

Data di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng menunjukkan, semestinya pada tes hari ini ada 441 orang yang mengikuti seleski.

Ratusan orang itu dibagi ke dalam tiga gelombang tes. Namun pada hari pertama pelaksanaan seleksi, ada 6 orang yang tak hadir. Sehingga mereka otomatis dinyatakan mengundurkan diri.

Kepala BKPSDM Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan, para peserta SKB harus menyerahkan hasil rapid test pada panitia.

Hasilnya pun harus disampaikan sehari sebelum SKB dilaksanakan. Pada pelaksanaan hari pertama, Wisnawa menyebut ada delapan orang yang hasil rapid test-nya reaktif.

Meski dinyatakan reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes SKB. “Kami sudah siapkan pendamping dari tim medis.

Mereka tetap kok boleh ikut tes. Hanya ruangannya berbeda dengan peserta yang lain. Kalau saya lihat mereka yang rapid-nya reaktif itu secara fisik sehat kok.

Selain itu rapid test ini kan bukan diagnosis klinis. Hanya protokol pencegahan saja,” kata Wisnawa kemarin.

Apakah para peserta dengan hasil rapid reaktif akan dilakukan tes swab? “Selanjutnya sudah kami serahkan pada tim dari Dinas Kesehatan. Sebab mereka kan sebagai pendamping. Upaya selanjutnya tentu mereka yang lebih paham,” imbuhnya.

Di sisi lain Sekkab Buleleng Gede Suyasa juga memantau proses seleksi tersebut. Suyasa mengatakan proses tes sudah berjalan dengan baik.

Protokol kesehatan juga telah dilakukan dengan ketat. Meski ada pasien yang reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes.

Sementara itu, Kepala Kanreg BKN Wilayah X Denpasar Bambang Hari Samasto mengatakan secara teknis SKB kali ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan SKB sebelum masa pandemi.

Hanya saja jumlah peserta yang mengikuti tes dalam satu ruangan, dibatasi. Sehingga waktu pelaksanaan pun menjadi lebih panjang.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 bulan ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

1 tahun ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

2 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago