Categories: Bali

Kemenag Data Pura Dang Kahyangan, Pengempon Minta Kontribusi Dana

UBUD – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melakukan pendataan terhadap pura yang tergolong Dang Kahyangan. Di sisi lain, pangempon pura, berharap Kementerian tidak sekadar mendata saja. Diharapkan hasil pendataan memberi kontribusi. Terutama dana untuk pura.

Pendataan pura Dang Khayangan yang berlangsung di Kecamatan Ubud, petugas mendapati ada enam pura berstatus Dang Khayangan. Antara lain, Pura Gunung Lebah, Pura Watu Karu, Pura Puncak Payogan, Pura Dalem Swargan, Pura Taman Pule, dan Pura Buk Jambe.

Petugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Ketut Biru menjelaskan pendataan itu dilakukan guna mensosialisasikan tanda daftar pura ke data pusat. 

“Pendataan ini untuk mensosialisasikan tanda daftar pura yang ada. Tujuannya untuk validasi data ketika ditanya keberadaan pura nantinya,” ujarnya, kemarin (23/10).

Pendataan ini juga terkait, apabila nantinya ada yang mengajukan proposal perbaikan pura atau sebagainya. “Sehingga ketika ditanya mana puranya kami tahu lokasi dan tempatnya,” jelasnya.

Pendataan di kecamatan Ubud hanya dilakukan dua hari saja. Dijelaskan, selama pendataan pihaknya hanya mencari nama pura, alamat pura, penanggungjawab. Termasuk mencari sekelumit sejarah hingga dokumentasi pura yang didata tersebut.

“Selain validasi data, nanti ketika ditanya dari pusat mana pura dan lokasinya kami tahu sehingga bisa mengarahkan,” jelasnya.

Sementara itu, pangempon salah pura yang didata Kementerian, yakni Wakil Kelihan Pemaksan Pura Taman Pule, Ida Bagus Ari Prama, mengajukan harapan. Dia berharap pendataan tersebut bukan sekedar catat mencatat saja.

Diharapkan supaya keberlangsungan upacara dan keberadaan pura juga tetap diperhatikan oleh Kementerian Agama.

“Alangkah baiknya pura ini sudah diakui sebagai pura Dang Kahyangan di pusat. Ke depannya supaya setelah didata agar ada dukungan juga,” pintanya.

Dukungan yang dimaksudkan mulai dari realisasi ketika ada permohonan bantuan perbaikan pura dan sebagainya.

“Harapannya kalau bisa ada perhatian dari pemerintah khususnya Kementerian Agama supaya bisa membantu, mendukung pembiayaan pembangunan yang ada. Entah upacaranya atau untuk keberlangsungan perbaikan pura nantinya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menurut berbagai sumber, pura Dang Kayangan, berarti pura sebagai penanda datangnya tokoh agama Hindu zaman dulu. Di antaranya kedatangan, Rsi Markandya hingga Dang Hyang Nirartha. Tokoh agama membangun pura untuk pemujaan terhadap manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago